“Kampus mesti menjadi tempat yang aman dan inklusi, bebas dari kekerasan seksual, sehingga semua orang dapat terlibat dan mengambil bagian dalam menjalankan Tri Dharma Pendidikan,” ujar aktivis kemanusiaan itu.
Dampak Psikologis
Kegiatan talkshow berlangsung penuh dinamika. Moderator Maria Trinita Ria mencoba menggali pengalaman dan pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual yang memiliki dampak psikologis dan fisik yang sangat luar biasa.
Pater Avent Saur yang sering terlibat pada penanganan orang dengan gangguan jiwa, lebih menekankan aspek faktor munculnya gangguan jiwa. Dia menyebut salah satu faktor karena korban mengalami trauma akibat tindakan kekerasan seksual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bruder Dominggus Rangga Hayon antara lain menyentil penanganan korban kekerasan seksual. Dia menyampaikan bahwa penanganan korban kekerasan seksual membutuhkan keterampilan seorang psikolog. Hal ini untuk membantu korban keluar dari kesulitan yang dihadapinya.
Sedangkan Martina Rianty Randa Ma, perwakilan mahasiswa dan anggota Satgas STPM Ursula Ende, berbagi pengalaman tentang kehidupan dalam komunitas kampus.
“Seringkali mahasiswa merasa bahwa rayuan, percakapan yang bernuansa seksual itu hal yang biasa, tapi ternyata itu sudah memberikan tanda dan bentuk kekerasan seksual nonfisik,” ujar dia mengingatkan.


Ikuti Kami
Subscribe












