Jika pertemuan tidak bisa dihindari, Suster Fransiska Imakulata meminta yang bersangkutan membuat permohonan tertulis untuk mendapat persetujuan Kaprodi/Jurusan.
Talkshow berlangsung dinamis dan memberikan pencerahan bagi mahasiswa dan dosen. Kegiatan ini berjalan cukup lancar, diwarnai berbagai pertanyaan dan sharing pengalaman dari peserta dan narasumber.

Output talkshow ini yakni terciptanya ekosistem kampus yang aman, ramah dan inklusif mendukung perkembangan intelektual serta emosional bagi seluruh warga kampus, baik mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu menghadirkan kampus yang bebas dari segala bentuk praktik ketidaksetaraan gender, kekerasan seksual, balas dendam, sanksi bagi pelaku dan mekanisme pemulihan korban merupakan upaya konkrit yang harus dilakukan Satgas PPKS dan seluruh elemen kampus.

Pada bagian akhir talkshow, Suster Fransiska Imakulata menyerahkan 3 buah buku kepada Satgas PPKS STPM Ursula Ende sebagai bekal penanganan dan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi tersebut.
Tiga buah buku itu adalah “Karya Kemanusiaan Ini Tidak Boleh Mati”, sebuah tulisan tentang sejarah dan perjuangan TRuK-F, lalu sebuah buku tentang keadilan yang tertunda, serta penguatan psikologi awal korban kekerasan berbasis gender.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












