Sebagai bagian dari Kementerian BUMN, Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Sikka sebesar 1.014 ton per tanggal 24 Januari 2025 atau setara 260 persen dari ketentuan minimal stok yang ditetapkan Pemerintah.
Dari jumlah stok pupuk tersebut tersedia urea sebanyak 650 ton, NPK 344 ton, dan NPK Formula Khusus 22 ton. Ketersediaan stok ini bisa segera dimanfaatkan petani terdaftar guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Rahmad Pribadi menceritakan bahwa proses penebusan pupuk bersubsidi saat ini sudah sangat mudah. Seluruh petani terdaftar di Kabupaten Sikka cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke mitra kios dan sudah bisa melakukan penebusan menggunakan aplikasi iPubers yang dikembangkan Kementerian Pertanian dan Pupuk Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pupuk Indonesia menyampaikan bahwa petani yang bisa mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi harus memenuhi syarat yang ditetapkan Pemerintah pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 1 Tahun 2024. Adapun syarat yang harus diketahui petani yaitu wajib tergabung dalam kelompok tani di wilayah masing-masing. Selain itu, data petani juga harus tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (Simluhtan).

Selanjutnya, petani yang berhak mendapat pupuk bersubsidi harus memiliki luas lahan maksimal 2 hektar dengan memiliki usaha tani di sembilan komoditas yang telah ditentukan, yaitu padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kakao, dan kopi.
Jika petani yang mendaftar memiliki luas lahan dari ketentuan, atau tidak sesuai dengan syarat yang ditetapkan maka tidak masuk dalam kategori penerima pupuk bersubsidi.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















