Ritual Adat Dole Kote Nua Laran, Warnai Pemakaman Christoforus Kwaman Wahon, Mantan Kepala SMPK Frater Maumere

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 11 Februari 2025 - 16:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 594 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opu Lake sedang melaksanakan ritual adat Dole Kote Nua Laran, Selasa (11/2)

Opu Lake sedang melaksanakan ritual adat Dole Kote Nua Laran, Selasa (11/2)

Maumere-SuaraSikka.com: Mantan Kepala SMPK Frater Maumere Christoforus Kwaman Wahon tutup usia, Minggu (9/2) lalu. Dua hari sesudahnya, jasadnya dimakamkan di TPU Iligetang Maumere.

Pemakaman guru berusia 87 tahun itu, Selasa (11/2), diwarnai ritual adat Ile Ape Kabupaten Lembata, kampung kelahiran Christoforus Kwaman Wahon. Sebelum Misa Requiem, Opu Lake dari Suku Hurek Making melakukan ritus adat Dole Kote Nua Laran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut adat dan budaya Ile Ape, ritual tersebut merupakan kepercayaan secara turun temurun, sebagai media untuk membuka jalan keselamatan bagi orang yang meninggal. Dengan melakukan ritual Dole Kote Nua Laran, mereka percaya perjalanan orang yang meninggal menuju Rumah Bapa, tidak akan mendapatkan halangan.

Baca Juga :  DBD Mulai Ancam Warga Sikka, 1 Anak Perempuan 11 Tahun Meninggal Pagi Tadi

Ritual adat Dole Kote Nua Laran dilaksanakan secara terbuka, bisa disaksikan pelayat. Tampak Opu Lake dengan hati-hari memecahkan 1 buah piring kaca dengan menggunakan sebuah parang. Pecahan piring yang agak besar diselipkan di bagian belakang kepala orang yang meninggal. Sebagian yang tersisa diselipkan di sekitar kepala.

Baca Juga :  15 Hari Penuh Dedikasi, Operasi SAR Ditutup, 1 Warga Spanyol Dinyatakan Hilang

Setelah itu, dengan mekanisme yang sama, Opu Lake memecahkan 1 buah gelas kaca. Kemudian pecahan gelas diselipkan di sekitar kepala orang yang meninggal. Kemudian dia memasukkan lagi 1 buah buah sendok, yang sebelumnya sempat dibengkokkan sedikit.

Pada bagian terakhir ritual ini, Opu Lake membentangkan 2 lembar kain adat, dan diakhiri dengan 1 lembar baju kemeja berwarna putih. Sebelum dibentangkan, bagian pinggir kain adat dan kemeja terlebih dahulu dipotong sedikit.

Berita Terkait

Jaksa di Sikka Intip Kegagalan Pembangunan Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo
Jika Ada Juknis Baru, Bupati Sikka Usulkan MBG Sasar Akun Palsu
Karolus Roger Evantino, Anak Ideologis Presiden Prabowo, Dirikan SPPG di Nangatobong
Gempa Tektonik 4,9 SR Guncang Sikka, Tidak Ada Laporan Kerusakan
Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,4 Miliar Mentok Fisik 56 Persen, Jaksa di Sikka Gagal Pendampingan
Gerakan PSN Massal Eliminir DBD dan Malaria, Vaksinasi Putuskan Rantai Rabies
Dinkes Sikka Lalai, Rp 4,3 Miliar Gagal Salur ke Daerah
Humerus Andreas Bakal Dilantik PAW DPRD Sikka, Masih Tunggu SK Gubernur NTT
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:25 WITA

Jaksa di Sikka Intip Kegagalan Pembangunan Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:28 WITA

Jika Ada Juknis Baru, Bupati Sikka Usulkan MBG Sasar Akun Palsu

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:30 WITA

Karolus Roger Evantino, Anak Ideologis Presiden Prabowo, Dirikan SPPG di Nangatobong

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:48 WITA

Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,4 Miliar Mentok Fisik 56 Persen, Jaksa di Sikka Gagal Pendampingan

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:48 WITA

Gerakan PSN Massal Eliminir DBD dan Malaria, Vaksinasi Putuskan Rantai Rabies

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:47 WITA

Dinkes Sikka Lalai, Rp 4,3 Miliar Gagal Salur ke Daerah

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:32 WITA

Humerus Andreas Bakal Dilantik PAW DPRD Sikka, Masih Tunggu SK Gubernur NTT

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:21 WITA

Sedih! Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,4 Miliar, Fisik Hanya 59 Persen

Berita Terbaru