Saat menyerahkan sertifikat KIP Kuliah Aspirasi di Unipa Maumere dan Stikes Santa Elisabeth, Sabtu pekan lalu, AHP menyampaikan secara terbuka posisi politiknya pada Periode 2024-2029.
“Saya sudah di Komisi XIII, jadi tidak lagi berurusan dengan PIP dan KIP Kuliah. Tapi saya akan terus berjuang supaya pelajar dan mahasiswa dapat beasiswa. Mungkin tidak bisa banyak, minta maaf, kuotanya pasti berkurang,” ungkap AHP.
Dinamika politik yang dialami AHP rupanya sudah diketahui banyak pelajar dan mahasiswa. AHP mengaku sedih juga ketika banyak yang menanyakan nasib mereka terkait peluang untuk mendapatkan PIP Aspirasi dan KIP Kuliah Aspirasi setelah AHP tidak lagi di Komisi X.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jujur saya kadang-kadang sedih juga setiap hari ada yang tanya ini bagaimana, saya harap mudah-mudahan ke depan ada perubahan, kalau bisa kembali ke Komisi X lebih baik, kalau tidak pun saya akan komunikasikan dengan kawan-kawan di Komisi X,” ujar dia.
Selain pindah komisi, AHP juga menyinggung peluang PIP dan KIP Kuliah di tengah rencana pemangkasan anggaran oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurut Mendikti, kata dia, banyak juga pemotongan anggaran dan pengurangan anggaran di bidang pendidikan tinggi.
“Sehingga apakah ini akan berpengaruh pada KIP Kuliah, termasuk KIP Kuliah Aspirasi, kita belum tahu persis, nanti kita lihat kembali saat pembahasan bersama penerintah,” ujar dia.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












