Maumere Baru, kata dia, menggambarkan harapan baru akan sebuah sistem dan pola kepemimpinan yang meritokrasi. Paartai Golkar Sikka, kata dia, menginginkan pemimpin yang melayani, yang kreatif dan inovatif, yang beri bukti, yang menepati janji-janji, yang berintegritas, dan yang berkolaboratif.
Kedua, Maumere Baru menegaskan pentingnya penataan birokrasi pemerintahan daerah. Partai Golkar menginginkan perbaikan tata kelola pemerintahan dan menerapkan pedoman sistem meritokrasi dalam mengatur aparatur sipil negara sesuai peraturan perundang undangan.
“Kami ingin ada peningkatan kualitas pelayanan kepada rakyat, sekaligus penyederhanaan organisasi perangkat daerah sesuai fungsi dan kebutuhan, serta pelayanan data yang terintegrasi dalam implementasi program,” terang dia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketiga, Maumere Baru menekankan kepada penataan keuangan daerah. Partai Golkar menginginkan pelaksanaan dan penyerapan anggaran berbasis kinerja, audit internal pelaksanaan APBD, penyederhanaan postur APBD, peningkatan PAD, sekaligus usul perpanjangan pembayaran cicilan pinjaman daerah dan atau penghapusan pembayaran pinjaman daerah.
Keempat, Maumere Baru juga menyentuh aspek penataan tata ruang, pola ruang dan struktur ruang Kota Maumere. Bagi Partai Golkar Sikka, Kota Maumere harus menjadi kota yg bersih, sehat, indah, hijau, terang, aman dan tertib, infrastruktur jalan, bangunan dan drainase harus tertata, terukur dan terarah. Kota Maumere harus menjadi kota yang kreatif dan inovatif.
“Ke depan Kota Maumere harus menjadi kotamadya dan menjadi Ibulota Propinsi Flores,” ungkap dia.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












