JKN Andalan Berobat Indri dan Keluarga

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 14 Maret 2025 - 08:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 337 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sri Indriani bersama suami dan dua anak mereka telah menjadi peserta JKN

Sri Indriani bersama suami dan dua anak mereka telah menjadi peserta JKN

Indri mengatakan selama ini jika dirinya dan anggota keluarga sakit, selalu ke fasilitas kesehatan pertama tempat terdaftar. Dia mengetahui dalam Program JKN pengobatan dilakukan secara berjenjang. Menurutnya itu sudah sangat bagus, karena peserta bisa memilih FKTP yang cocok dengan kebutuhan masing-masing.

“Anak-anak kalau sakit kami selalu bawa ke FKTP lebih dahulu, kami FKTP-nya terdaftar di Klinik Maumere Sehat. Biasanya anak-anak sakit batuk, panas atau pilek kami bawa ke sana. Tapi kejadian kemarin itu benar-benar gawat darurat jadi langsung dibawa ke rumah sakit. Kami paham kalau sakit tidak langsung ke rumah sakit, karena bila sakit masih bisa ditangani di FKTP, maka cukup untuk berobat di sana. Kalau semua sakit ke rumah sakit, pasti rumah sakit penuh dengan pasien. Efektifnya memang berobat sesuai jenjangnya. Yang sakit benar-benar parah dan butuh tindakan lebih lanjut baru ditangani di rumah sakit,” ujar Indri.

Baca Juga :  Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Dari pengalamannya, cerita Indri, selama berobat, dokter dan perawat menangani anaknya dengan baik. Anaknya tidak pernah dibedakan dengan pasien umum yang lain. Anaknya mendapatkan ruang perawatan yang bagus, dokter juga rutin mengecek kondisi kesehatan secara rutin. Pengalaman tersebut sangat berkesan, sehingga Indri selalu menceritakan kepada orang lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dokter dan perawatnya baik semua, kami tidak pernah dibeda-bedakan. Yang penting sesuai prosedur, semua dijamin. Kami tidak keluar biaya di ruangan kamar paviliun, obat-obatan dan alat kesehatan lainnya semua ditanggung. Kalau ada yang bilang mengantri, kami juga mengantri, namanya banyak yang berobat jadi harus menunggu. Namun itu tidak masalah yang penting anak-anak bisa ditangani dan sehat kembali,” ujar dia.

Baca Juga :  Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 

Indri juga menceritakan pengalaman lainnya ketika dua kali melahirkan di FKTP. Selama hamil, kata dia, pelayanan bidan sangat baik, mulai dari cek laboratorium, pemeriksaan rutin dan lain sebagainya, sudah sangat lengkap.

Bagi dia, pelayanan ibu mengandung dan melahirkan dengan Program JKN benar-benar memuaskan. Dia memang merencanakan untuk melahirkan normal di Puskesmas karena lebih puas melahirkan secara alami.

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru