“Kami keluarga merasa sangat terbantu dengan adanya Program JKN. Kami tidak pusing memikirkan biaya berobat Bapak yang cukup besar bila dihitung-hitung lagi. Kondisi Bapak sebelumnya sering tidak stabil sehingga Bapak sering ke rumah sakit. Untung Bapak sudah jadi peserta JKN, kami keluarga hanya fokus memikirkan kesembuhan Bapak. Bapak jadi peserta JKN karena beliau pensiunan jadi sudah ditanggung semua, termasuk Mama,” ungkap dia.
Ita mengaku selama mendampingi sang ayah berobat tidak menemui kendala yang berarti. Apalagi saat ini administrasi cukup menunjukkan KTP sebagai identitas peserta JKN. Dia juga tidak diminta fotokopi administrasi yang sulit untuk administrasi pelayanan kesehatan.
Dia mengatakan beberapa hari lalu saat sang ayah dibawa ke rumah sakit, dokter dan perawat di UGD menangani dengan sigap. Ita mengaku pelayanan dokter dan perawat sangat baik dan tidak membedakan antara pasien yang menggunakan Program JKN dengan yang membayar secara pribadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selama ini pengobatan Bapak lancar. Bapak masuk rumah sakit tiga hari yang lalu, waktu itu di UGD Bapak langsung dilayani sama perawat dan dokter. Saya hanya kasih lihat identitas KTP Bapak. Tidak sulit sama sekali. Selama ini Bapak saya dirawat sesuai dengan waktu sembuhnya karena tidak pernah dipaksa suruh pulang dari rumah sakit. Dokter dan perawat melayani kami dengan sangat baik, mereka baik dan memeriksa kondisi bapak secara rutin. Obat, infus dan makan bapak benar benar diperhatikan,” ujar dia.
Selain ayahnya, Ita menyebut Ibunya juga beberapa kali berobat bahkan dirawat. Dua tahun lalu ibunya sempat dirawat di rumah sakit dan pelayanannya juga sangat baik. Ita juga mencerrtakan keluarganya sudah sejak lama menggunakan Program JKN.
Kostodius Syrilus adalah pensiunan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dia bersama keluarga sudah mengikuti program jaminan kesehatan sejak zaman Askes sebelum bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












