

Maumere-SuaraSikka.com: Sebaran pangkalan dan kuota minyak tanah di Kabupaten Sikka disinyalir tidak adil. Kondisi ini menyebabkan sering terjadi kelangkaan minyak tanah, dan pada akhirnya harga pun melambung melampaui HET (Harga Eceran Tertinggi).
Kepala Bagian Ekonomi Setda Sikka Kandidus L Tolok menyebut pangkalan minyak tanah di Sikka berjumlah 565. Jumlah pangkalan tersebut di bawah kendali 2 agen. PT Bolawolon membawahi 242 pangkalan, dan PT Rovin Jaya membawahi 323 pangkalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kandidus L Tolok mengatakan 565 pangkalan minyak tanah tersebar pada 52 desa dan 13 kelurahan di 16 kecamatan. Terdapat 5 kecamatan yang tidak memiliki pangkalan yaitu Palue, Doreng, Mapitara, Waiblama, dan Tanawawo. Masih terdapat 129 desa yang tidak ada pangkalan minyak tanah.
Dari data sebaran pangkalan yang dibeberkan Bagian Ekonomi Setda Sikka, terlihat jelas terjadi ketimpangan. Pasalnya beberapa kecamatan diketahui dengan jumlah pangkalan dan kuota yang cukup banyak, sementara beberapa kecamatan lain dengan jumlah pangkalan dan kuota yang sedikit.
Pangkalan paling banyak terdapat di Kecamatan Alok Timur, yakni berjumlah 175 pangkalan, dengan kuota sebanyak 220.600 liter/bulan. Dua desa di wilayah kepulauan yaitu Kojadoi dan Kojagate tidak terdapat pangkalan. Kecuali Parumaan ada 1 pangkalan dengan kuota 1.600 liter/bulan.
Menyusul Kecamatan Alok dengan 167 pangkalan. Kuota di kecamatan ini lebih tinggi yakni 226.800 liter/bulan. Tiga desa di kepulauan yakni Pemana, Semparong, dan Gunung Sari, sama sekali tidak ada pangkalan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












