

Maumere-SuaraSikka.com: Kepala SMP Negeri Hamar dan guru-guru di sekolah itu selama ini terpaksa berkantor di sekolah tetangga, persisnya di SDN Hamar. Pasalnya, sekolah menengah pertama itu masih kekurangan banyak fasilitas dan sarana prasarana, seperti gedung bangunan dan ruangan kelas.
Fakta miris ini diungkapkan Kepala SMP Negeri Hamar Angelinus Arnoldus, Kamis (4/9). Padahal SMP Negeri Hamar sudah beroperasi sejak tahun 2010. Waktu itu masih dengan sistem satu atap, kegiatan belajar mengajar menggunakan bangunan darurat SDN Hamar. Kemudian sekolah ini beralih status pada tahun 2021, itu pun masih memprihatinkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak alih status, SMP Negeri Hamar mendapatkan 1 bangunan permanen. Dari bangunan yang ada, kemudian disekat menjadi 2 ruangan kelas untuk Kelas VII dan Kelas VIII. Sedangkan Kelas IX, Kantor, serta Ruang Kepala Sekolah dan Guru masih menggunakan bangunan darurat di SDN Hamar.

Kemudian pada tahun 2022, dibangun lagi 1 ruangan kelas, yang selanjutnya dimanfaatkan untuk ruang Kelas IX. Aktifitas perkantoran, demikian juga Ruang Kepala Sekolah dan Guru masih berlangsung di SDN Hamar.
Tahun ini SMP Negeri Hamar mendapatkan 3 ruang kelas baru dari sumber Dana Alokasi Umum (DAU) senilai Rp 755.167.000. Kontraktor pelaksana proyek ini adalah CV Dua Putra Kedjo. Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago secara resmi, Rabu (3/9), telah melakukan peletakkan batu pertama pembangunan konstruksi 3 ruang kelas baru tersebut.
“Syukur sekali ada tambahan 3 ruang kelas, sehingga kami bisa mengatur secara lebih baik, misalnya aktifitas perkantoran sudah bisa kembali ke sekolah,” ujar Angelinus Arnoldus yang dihubungi dari Maumere.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












