Berawal dari Modal Rp 100 Ribu, Nelayan di Maumere Ini Sukses Berkat Intervensi BRI

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 24 Oktober 2025 - 22:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 259 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maria Nona Saidah sedang melayani pembelian ikan dinTPI Alok, Jumat (24/10)

Maria Nona Saidah sedang melayani pembelian ikan dinTPI Alok, Jumat (24/10)

Dia meminjam lagi dengan jumlah yang besar, terus meningkat setiap kali menyelesaikan batas waktu pinjaman. Dia meminjam lagi Rp 15 juta, lalu Rp 25, juta, Rp 50 juta, Rp 200 juta, Rp 350 juta,
dan sekarang sejak 2 tahun lalu Rp 400 juta.

“Saya diberi kepercayaan sampai Rp 400 juta, saya sangat berterimakasih kepada BRI, saya harap ke depan BRI selalu oke, dan selalu membantu masyarakat ekonomi lemah yang ingin pinjam,” ungkap dia.

Baca Juga :  SMKS Yohanes XXIII Maumere Beri Beasiswa Pendidikan Khusus Bagi Siswa Baru

Setiap kali ajukan pinjaman, Maria Nona Saidah tidak ragu sedikit pun dengan kemampuannya membayar iuran. Justeru itu, kata dia, memberikan tantangan tersendiri untuk giat menjalankan bisnis penjualan ikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia punya tips sederhana agar angsuran tidak terhambat. Prinsipnya, kata dia, yakni bagaimana mengelola dan mengatur keuangan dan pendapatan yang dia terima dari hasil menjual ikan.

Baca Juga :  Hitung-Hitungan Sambut Baru: Sebuah Kesadaran yang Terlambat

“Kalau kita atur baik-baik, pasti angsuran tertib,” ujar Maria Nona Saidah yang masih setia berjualan ikan eceran di TPI Alok.

Maria Nona Saidah kini sudah punya rumah sendiri, padahal sebelumnya dia bersama suami dan anak masih menumpang dengan orang tua. Dia juga sudah punya sampan dan perahu, sarana bagi suaminya yang bernama Umar Tolo untuk mencari ikan sendiri.

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA