Dia meminjam lagi dengan jumlah yang besar, terus meningkat setiap kali menyelesaikan batas waktu pinjaman. Dia meminjam lagi Rp 15 juta, lalu Rp 25, juta, Rp 50 juta, Rp 200 juta, Rp 350 juta,
dan sekarang sejak 2 tahun lalu Rp 400 juta.
“Saya diberi kepercayaan sampai Rp 400 juta, saya sangat berterimakasih kepada BRI, saya harap ke depan BRI selalu oke, dan selalu membantu masyarakat ekonomi lemah yang ingin pinjam,” ungkap dia.
Setiap kali ajukan pinjaman, Maria Nona Saidah tidak ragu sedikit pun dengan kemampuannya membayar iuran. Justeru itu, kata dia, memberikan tantangan tersendiri untuk giat menjalankan bisnis penjualan ikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia punya tips sederhana agar angsuran tidak terhambat. Prinsipnya, kata dia, yakni bagaimana mengelola dan mengatur keuangan dan pendapatan yang dia terima dari hasil menjual ikan.
“Kalau kita atur baik-baik, pasti angsuran tertib,” ujar Maria Nona Saidah yang masih setia berjualan ikan eceran di TPI Alok.
Maria Nona Saidah kini sudah punya rumah sendiri, padahal sebelumnya dia bersama suami dan anak masih menumpang dengan orang tua. Dia juga sudah punya sampan dan perahu, sarana bagi suaminya yang bernama Umar Tolo untuk mencari ikan sendiri.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












