Berawal dari Modal Rp 100 Ribu, Nelayan di Maumere Ini Sukses Berkat Intervensi BRI

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 24 Oktober 2025 - 22:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 259 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maria Nona Saidah sedang melayani pembelian ikan dinTPI Alok, Jumat (24/10)

Maria Nona Saidah sedang melayani pembelian ikan dinTPI Alok, Jumat (24/10)

Maumere-SuaraSikka.com: Berawal dengan modal Rp 100.000, Maria Nona Saidah kini menjadi seorang nelayan sukses. Semuanya itu berkat intervensi PT BRI (Persero) Tbk Cabang Maumere.

Perempuan 49 tahun itu sejak tahun 2007 berjualan ikan eceran di depan MIS Wuring. Modalnya tipis, cuma Rp 100.000. Dari seorang sahabat nelayan bernama Nur Aini, dia mendapat informasi tentang KUR Mikro BRI.

Maria Nona Saidah langsung respon. Dia membangun komunikasi dengan petugas BRI Unit Wuring untuk mendapatkan informasi yang lebih pasti. Alhasil, dia ajukan proposal peminjaman senilai Rp 3 juta dengan dokumen pelengkap seperti KTP, KK, keterangan izin usaha, dan surat kelakuan baik.

“Proses hanya 2 hari saja, pelayanannya ramah, senang sekali,” cerita dia di TPI Alok, Jumat (24/10).

Baca Juga :  Kontroversi Gaji PPPK Paruh Waktu di Sikka, Tergantung Kondisi Keuangan Daerah

Maria Nona Saidah memanfaatkan pinjaman untuk mengembangkan usaha jual ikan. Bisnis kecil ini pelan-pelan mulai berkembang. Dia pun rutin membayar angsuran selama 1 tahun.

Tidak berhenti di situ. Maria Nona Saidah terus berupaya mengembangkan bisnis penjualan ikan. BRI masih menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk perempuan ini mendapatkan pinjaman.

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA