Sebelum audiens, PMKRI Maumere melancarkan orasi-orasi bernada keras terhadap aparat kepolisian yang dituding telah menginjak-injak identitas dan warisan budaya Sikka.
Niko Sanggu, seorang orator aksi,
menegaskan Satresnarkoba terlalu lancang melakukan penertiban minuman keras hingga ke tempat produksi moke. Bagi dia, tindakan tersebut tidaklah manusiawi dan mencoreng budaya dan adat istiadat di Sikka.

Presidium Gerakan Kemasyarakatan (Germas) PMKRI Maumere Johan De Brito Papa Naga menegaskan bahwa tempat-tempat produksi moke merupakan bagian dari mata pencaharian ribuan warga Kabupaten Sikka. Tindakan Satresnarkoba yang langsung menggeruduk tempat produksi moke, ujar dia, berakibat kepada kekuatiran hilangnya matapencaharian ribuan warga Kabupaten Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bagi kami moke bukan sekedar alkohol. Moke tidak sama seperti narkoba. Moke adalah identitas budaya Sikka. Kalian jangan injak-injak budaya kami,” ujar dia tegas.
Aksi PMKRI Maumere berlangsung di depan Mapolres Sikka di Jalan Ahmad Yani. Hampir semua orator mengutuk keras tindakan Satresnarkoba Sikka yang melakukan penyitaan ratusan liter moke dari tempat produksi.
Mereka mengingatkan agar tindakan tidak terpuji yang mencoreng budaya Sikka dan mematikan matapencaharian ribuan warga Kabupaten Sikka agar tidak terulang lagi. Jika Kapolres Sikka dan Kasat Resnarkoba Sikka tidak mengindahkan imbauan tersebut, mereka tidak segan-segan menduduki Mapolres Sikka.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












