


Maumere-SuaraSikka.com: PMKRI Maumere, Kamis (6/11), menggelar aksi demonstrasi gara-gara tindakan Satresnarkoba Polres Sikka yang menyita ratusan liter moke dari tempat produksi atau kuwu. Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno akhirnya meminta maaf.
“Untuk semua petani moke yang ada di Maumere, apabila ada anggota kami yang ada kesalahan dalam bertindak pada saat melakukan penyitaan di TKP, saya sendiri sebagai Kapolres mohon maaf,” ungkap tulus Kapolres Sikka di depan aktifis PMKRI Maumere di Aula Polres Sikka, Kamis (6/11).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
AKBP Bambang Supeno menyampaikan permohonan maaf setelah sebelumnya melakukan audiens bersama PMKRI Maumere dan beberapa perwakilan produsen moke.

Pemilik produksi moke yang tempatnya disasar Satresnarkoba Sikka pada Sabtu (1/11) lalu, hadir juga saat itu. Perempuan separuh baya itu mengenakan baju hitam dipadu kain sarung, seolah bermakna sebagai simbol matinya warisan budaya akibat ulah oknum-oknum kepolisian. Dia berdiri persis di samping Kapolres Sikka.
Kapolres Sikka menegaskan bahwa pada prinsipnya aparat kepolisian tidak memiliki niat untuk menghentikan usaha-usaha produksi moke. Satresnarkoba, kata dia, hanya melaksanakan penertiban minuman keras beralkohol tanpa izin edar.
AKBP Bambang Supeno menyampaikan terima kasih kepada PMKRI Maumere dan masyarakat yang telah melakukan pengawasan sangat penting akan keberlangsungan adat istiadat dan warisan budaya di daerah itu.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












