Lazarus Sinim harus dikawal ketat barisan pertahanan PSN. Basten Due, Eus Dosi, Fandi Loke, dan Herman Liko, tidak memberikan celah sedikit pun bagi Pace bertubuh jangkung itu. Setiap kali dia memegang bola dan masuk ke jantung pertahanan PSN, jurus tanpa kompromi dilakoni pilar pertahanan PSN.
Anak-anak asuhan Kletus Gabhe mendominasi jalannya pertandingan. Mereka menggempur habis jantung pertahanan Perss. Rikardus Ado Bala, Steven Taheok, Sang Bintang Arema, dan Fransisco Thery Muda harus kerja keras berjibaku mengamankan gawang.
Bermain dalam tensi tinggi sejak wasit Thobias Besi membunyikan pluit, PSN dan Perss menyajikan permainan yang layak ditonton. Semangat juang, fighting spirit, daya dobrak, dan pressure ketat diperagakan dengan sangat disiplin. Dan hebatnya, stamina mereka sama sekali tidak kedodoran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
PSN yang kelihatan sudah mulai frustasi, akhirnya mampu memenangkan pertandingan. Sebuah umpan terukur dari Hiron Liko disambut sundulan Aldon Lalu, tidak dapat diantisipasi Andi Maku, dan menembus gawang Perss.
Marilonga yang dipadati fans fanatik PSN, lagsung bergemuruh riuh. Dentuman drum dari Bolonga Boys dan Ultras Ngada menyambut riang kerja keras anak-anak Ngada.
PSN terus memberikan tekanan. Perss masih meladeni dengan counter attack. Saling menyerang terjadi pada 20 menit terakhir, tapi tidak lagi mampu merubah kedudukan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












