


Maumere-SuaraSikka.com: Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (AHP) mengatakan Flores memiliki peranan penting akan lahirnya pilar kebangsaan yang hingga saat ini menjadi ideologi bangsa yang dikenal dengan sebutan Pancasila.
AHP menyampaikan hal itu ketika memberikan sosialisasi tentang 4 Pilar Kebangsaan di Kecamatan Ende Tengah Kabupaten Ende pada 16 Desember 2025 lalu. Sosilisasi dipusatkan di Aula Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ende yang terletak di Jalan Eltari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadir saat sosialisasi yakni struktur PDI Perjuangan dari tingkat Kelurahan, Kecamatan dan Kabupaten Ende. Tampak terlihat Ketua PDI Perjuangan Kabupaten Ende Yoseph Benediktus Badeoda yang juga adalah Bupati Ende, didampingi Sekretaris PDI Perjuangan Ende Vinsensius Sangu dan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Fransiskus Taso yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Ende.
Dalam pemaparannya, AHP yang juga adalah Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI menyampaikan materi perihal Pancasila, Bung Karno dan Flores. Politisi asal Kabupaten Sikka Propinsi NTT itu menceritakan sejarah lahirnya Pancasila di bumi Flores, tepatnya di Kota Ende, saat Bung Karno diasingkan oleh Pemerintah Belanda melalui hak prerogratif Gubernur Jenderal saat itu.
“Sehingga kita sebagai generasi muda Flores dan NTT harus berbangga diri karena Flores memegang peranan penting lahirnya pilar kebangsaan yang sampai hari ini menjadi ideologi bangsa yang kita kenal dengan Pancasila,” ajak dia.
Dalam sesi dialog dengan para peserta, AHP juga menekankan pentingnya pendidikan dalam mengubah nasib suatu bangsa. Bagi politisi yang juga akademisi ini, tidak ada negara maju di dunia, yang pendidikannya tidak maju.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












