Kasus Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sebut Alarm Keras bagi Negara

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 16:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 200 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi XIII Andreas Hugo Pareira

Wakil Ketua Komisi XIII Andreas Hugo Pareira

Maumere-SuaraSikka.com: Kasus siswa SD meninggal akibat bunuh diri di Kecamatan Jerebuu Kabupaten Ngada Propinsi NTT mendulang berbagai respon. Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira (AHP) menyebut peristiwa tersebut menjadi alarm keras bagi negara.

Politisi PDI Perjuangan asal Kabupaten Sikka itu mengaku prihatin dengan peristiwa yang merenggut nyawa bocah belia berusia 10 tahun yang duduk di Kelas 4 SD. Bagi dia, peristiwa tersebut sangat memilukan.

“Peristiwa meninggalnya seorang bocah SD karena dugaan bunuh diri dengan menggantungkan diri sangat memilukan semua kita yang mempunyai hati. Ini alarm keras bagi negara, keluarga, dan masyarakat,” ujar AHP di Jakarta, Rabu (4/2).

Menurut Ketua DPP PDI Perjuangan tersebut, negara tidak boleh berhenti pada ungkapan duka. Aparat kepolisian diminta segera mengungkap secara terang penyebab kematian korban agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

“Pihak kepolisian perlu menyelidiki penyebab dan menjelaskan penyebab kasus kematian ini,” ujar politisi yang juga akademisi itu.

AHP menekankan pentingnya kehadiran pemerintah daerah untuk mendampingi keluarga korban secara serius dan berkelanjutan. Dia berharap pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam saja.

Berita Terkait

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami
Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur
Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah
Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik
Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:03 WITA

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Jumat, 4 September 2026 - 06:53 WITA

Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur

Kamis, 3 September 2026 - 19:58 WITA

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Kamis, 3 September 2026 - 09:40 WITA

Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Berita Terbaru

Suasana Rapat Badan Anggaran DPRD Sikka, Kamis (3/9)

Daerah

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Kamis, 3 Sep 2026 - 19:58 WITA