



Maumere-SuaraSikka.com: Dua kasus kriminal di Kabupaten Sikka menjadi perhatian publik karena menyinggung fasilitas negara. Pernah terjadi seorang pencuri dibekuk di Rumah Jabatan Bupati Sikka. Dan beberapa hari lalu, seorang pemain narkoba digelandang dari Kantor Bupati Sikka.
Lima tahun lalu, persisnya 22 Januari 2021, Tim Buser Polres Sikka bersama Tim Buser Polres Flotim menggeruduk Rumah Jabatan Bupati Sikka di Jalan Eltari. Polisi punya alasan cukup untuk mendatangi fasilitas negara tersebut untuk menangkap seorang perempuan yang terlibat sindikat pencurian gading di Tanjung Bunga Kabupaten Flotim.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perempuan tersebut diketahui bekerja di Rujab Bupati Sikka. Penangkapan terhadap pencuri gading ini berkat kerja sama apik dengan suami pelaku. Justeru suami pelaku yang menginformasikan keberadaan istrinya di Rujab Bupati Sikka.
Masih tentang kriminal dan fasilitas negara, seorang PPPK yang baru saja lulus, digelandang Tim Satresnarkoba Polres Sikka dari Kantor Bupati Sikka, Kamis (12/2) siang karena terlibat kepemilikan narkoba tanpa izin. Penangkapan terhadap pria berinitial DA itu terjadi di halaman belakang Kantor Bupati Sikka. Meski tidak di dalam Gedung Kantor Bupati Sikka, tetapi lokasi penangkapan merupakan bagian dari fasilitas negara.
Seorang PNS Pemkab Sikka mengaku prihatin ketika fasilitas negara sudah tidak lagi menjadi tempat nyaman untuk pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Dia menyarankan perlu ada pengetatan secara administratif sehingga suasana kerja dan pengabdian kepada masyarakat, tidak berubah menjadi potensi kejahatan.
“Memang ini perilaku oknum, tetapi itu justeru bisa mencoreng mama baik daerah ini. Bayangkan terduga pelaku kejahatan ditangkap di Kantor Bupati Sikka, ini kan sama halnya dengan negara memelihara penjahat,” ujar PNS yang minta namanya dirahasiakan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












