


Maumere-SuaraSikka.com: Stanislaus Dwi Magnus turun ke Mapolres Sikka, Rabu (4/3). Dia ikut berdemonstrasi bersama PMKRI Maumere dalam rangka memperjuangkan keadilan pada kasus kematian tidak wajar yang dialami adik kandungnya STN.
Kakak kandung korban ini terlihat saat beberapa perwakilan PMKRI Maumere hendak beraudiensi dengan Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno. Dia pun hendak ikut audiensi bersama Ketua PMKRI Maumere Fabianus Rowa dan Ketua Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Maumere Johan De Brito Papa Naga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun audiensi gagal dilaksanakan karena Kapolres Sikka sedang berada di luar daerah. Stanislaus Dwi Magnus tampak kecewa karena pimpinan tertinggi di Polres Sikka itu tidak berada di tempat.
Laki-laki yang berperawakan muda itu tampak sangat emosional menyampaikan tuntutan keluarga korban agar polisi mengungkap secara terang benderang kasus kematian tidak wajar STN.
“Saya minta polisi usut tuntas, kami tidak terima, hukum pelaku seberat-beratnya,” ungkap Stanislaus Dwi Magnus lantang menahan emosi.
Sebagaimana diberitakan, seorang remaja perempuan berinitial STN ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar di Desa Rubit Kecamatan Hewokloang Kabupaten Sikka, Senin (23/2). Jasad remaja berusia 14 tahun itu ditemukan di bawah batu dengan tumpukan rerumputan serta kayu bambu yang dipalang.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












