Ikut Demo di Polres Sikka, Kakak Kandung Korban Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Tidak Wajar Adiknya di Rubit

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 6 Maret 2026 - 08:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 200 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stanislaus Dwi Magnus, kakak kandung STN, saat berada di Mapolres Sikka, Rabu (4/3)

Stanislaus Dwi Magnus, kakak kandung STN, saat berada di Mapolres Sikka, Rabu (4/3)

Maumere-SuaraSikka.com: Stanislaus Dwi Magnus turun ke Mapolres Sikka, Rabu (4/3). Dia ikut berdemonstrasi bersama PMKRI Maumere dalam rangka memperjuangkan keadilan pada kasus kematian tidak wajar yang dialami adik kandungnya STN.

Kakak kandung korban ini terlihat saat beberapa perwakilan PMKRI Maumere hendak beraudiensi dengan Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno. Dia pun hendak ikut audiensi bersama Ketua PMKRI Maumere Fabianus Rowa dan Ketua Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Maumere Johan De Brito Papa Naga.

Namun audiensi gagal dilaksanakan karena Kapolres Sikka sedang berada di luar daerah. Stanislaus Dwi Magnus tampak kecewa karena pimpinan tertinggi di Polres Sikka itu tidak berada di tempat.

Laki-laki yang berperawakan muda itu tampak sangat emosional menyampaikan tuntutan keluarga korban agar polisi mengungkap secara terang benderang kasus kematian tidak wajar STN.

Baca Juga :  TKA SMP Dimulai 6 April 2026, Wamendikdasmen Ingatkan Pentingnya Simulasi

“Saya minta polisi usut tuntas, kami tidak terima, hukum pelaku seberat-beratnya,” ungkap Stanislaus Dwi Magnus lantang menahan emosi.

Sebagaimana diberitakan, seorang remaja perempuan berinitial STN ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar di Desa Rubit Kecamatan Hewokloang Kabupaten Sikka, Senin (23/2). Jasad remaja berusia 14 tahun itu ditemukan di bawah batu dengan tumpukan rerumputan serta kayu bambu yang dipalang.

Berita Terkait

Masyarakat Desa Wolorega dan Rejo di Paga-Sikka Gotong Royong Perbaiki Ruas Jalan Tanangalu-Paipenga, Kendaraan Bermotor Sudah Bisa Melintas
Soeratin U17 dan Pertiwi di Sikka, Flotim Masih Berpeluang Gelar Liga 4 ETMC
Pamit Pulang ke Kojagete, Ibu dan Anak Hilang 9 Hari
Kasus Matinya Noni, Dokter FX Lameng Ingatkan Penyidik Wajib Lakukan Autopsi Mayat dan Tes DNA
Gempa 4,7 Magnitudo Guncang Flores Timur NTT, Puluhan Rumah Rusak
132 Desa di Sikka Laksanakan Pilkades Serentak, Telan Biaya 3 Miliar Lebih
TPG THR dan Gaji 13 Sudah Terealisasi, Guru-Guru Sampaikan Terima Kasih kepada Dinas PKO Sikka
Perlawanan Roy Rening, Ajukan PK Penerapan “Pasal Karet” dan “Multitafsir”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 10:59 WITA

Masyarakat Desa Wolorega dan Rejo di Paga-Sikka Gotong Royong Perbaiki Ruas Jalan Tanangalu-Paipenga, Kendaraan Bermotor Sudah Bisa Melintas

Jumat, 10 April 2026 - 21:37 WITA

Soeratin U17 dan Pertiwi di Sikka, Flotim Masih Berpeluang Gelar Liga 4 ETMC

Jumat, 10 April 2026 - 09:51 WITA

Pamit Pulang ke Kojagete, Ibu dan Anak Hilang 9 Hari

Kamis, 9 April 2026 - 10:18 WITA

Gempa 4,7 Magnitudo Guncang Flores Timur NTT, Puluhan Rumah Rusak

Rabu, 8 April 2026 - 13:48 WITA

132 Desa di Sikka Laksanakan Pilkades Serentak, Telan Biaya 3 Miliar Lebih

Rabu, 8 April 2026 - 08:49 WITA

TPG THR dan Gaji 13 Sudah Terealisasi, Guru-Guru Sampaikan Terima Kasih kepada Dinas PKO Sikka

Senin, 6 April 2026 - 20:36 WITA

Perlawanan Roy Rening, Ajukan PK Penerapan “Pasal Karet” dan “Multitafsir”

Sabtu, 4 April 2026 - 09:37 WITA

Meski Terkendala Jaringan, Dinas PKO Sikka Lakukan Proses Pembayaran TPG THR dan Gaji 13

Berita Terbaru

Ibu dan anak di Kojagete dikabarkan hilang sejak 1 April 2026

Daerah

Pamit Pulang ke Kojagete, Ibu dan Anak Hilang 9 Hari

Jumat, 10 Apr 2026 - 09:51 WITA