



Maumere-SuaraSikka.com: Kinerja Dinas Kesehatan di Kabupaten Sikka belakangan ini terus mendapat sorotan secara terbuka. Hal ini terutama masalah mangkrak dan gagal salur pembangunan Puskesmas Tuanggeo di Kecamatan Palue dan Puskesmas Hewokloang di Kecamatan Hewokloang.
Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Sikka Akhir Tahun 2025 menjadi momen politis bagi Fraksi-Fraksi, Pansus, dan anggota DPRD Sikka mempersoalkan kinerja Dinas Kesehatan. Terakhir, dalam pidato Penutupan LKPJ 2025, Jumat (27/3), Ketua DPRD Sikka Stef Sumandi juga menyinggung kinerja Dinas Kesehatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam semangat perspektif Hippocrates, sambil mengutip Khair, Stef Sumandi menegaskan bahwa kesehatan merupakan dasar kebahagaiaan manusia. Namun, pembangunan pada sektor ini justeru sering menciptakan banyak protes karena masyarakat sedang tidak nyaman dengan situasi yang dihadapinya. Padahal, kata dia, kenyamanan itu bagian dari kesehatan jiwa.
“Bagaimana warga Palue dan Hewokloang bahagia jika pembangunan Puskesmas pada dua wilayah ini gagal manfaat karena gagal salur? Kami melihat ada yang disengajakan karena kejadian gagal manfaat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka bukan baru pertama, melainkan sudah berulang kali. Itu artinya ada yang tidak sehat di Dinas Kesehatan,” ungkap dia.
Menurut Ketua DPRD Sikka, dokter utama yang mampu mendiagnosa kondisi kesehatan di dinas Kesehatan hanya Bupati Sikka. Namun, lanjut dia, jika dokter tersebut gagal juga, maka dibutuhkan bedah forensik dari lembaga yang lebih ahli, karena mungkin keterbatasan peralatan bedah yang dimiliki Bupati Sikka.
“Bagi kami, kegagalan pembangunan Puskesmas bukan hanya masalah teknis, tetapi juga merupakan pelanggaran terhadap hak dasar rakyat,” ujar dia.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












