Menurut Arnoldus Hurint, banyak sekali warga Flotim yang menjalani cuci darah di Maumere. Sebagian besar karena memiliki kecukupan finansial untuk transportasi jadi memilih bolak-balik Larantuka-Maumere selama 2 kali dalam seminggu.
“Kondisi seperti ini mestinya ada intervensi dari pemerintah daerah, setidaknya berupaya agar menghadirkan Unit Hemodialisis di Nagi, sehingga memudahkan pasien yang menjalani proses cuci darah,” pinta dia berharap.
Arnoldus Hurint berharap Bupati Flotim Anton Doni bersama jajaran Dinas Kesehatan dan RSU Flores Timur memikirkan keberadaan Unit Hemodialisis untuk kepentingan kesehatan masyarakat. Dia menyarankan pemerintah bisa berkolaborasi dengan pihak ketiga sebagaimana yang dilakukan RSUD TC Hillers Maumere. Sebagai langkah awal, saran dia, sebaiknya para petinggi tersebut membangun komunikasi dengan RSUD TC Hillers Maumere gina mendapatkan gambaran kerja sama dalam menghadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka.*** (eny)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT





Ikuti Kami
Subscribe












