


Maumere-SuaraSikka.com: Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Propinsi Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8) pagi, memicu kerusakan parah di Kabupaten Sikka. Kecamatan Palue, wilayah kepulauan di daerah itu, terbilang paling fatal. Data sementara hingga Minggu (16/8), tercatat 141 rumah warga dilaporkan mengalami rusak berat.
Tidak hanya itu, gempa dahsyat itu mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan menelan korban jiwa. Yustinua Sugo, seorang warga Dusun Awa Male Desa Nitung Lea, dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan.
Camat Palue Rudolfus Riba menjelaskan bahwa jumlah bangunan rusak dan korban terdampak masih bersifat sementara. Pihaknya masih terus melakukan pendataan pada sejumlah titik bencana, terutama pada daerah-daerah yang terkendala akses komunikasi dan transportasi.
“Kami himpun data dari 5 desa, dan sampai tadi malam ada 141 rumah rusak berat. Kami masih lakukan pendataan pada 3 desa yang lain,” terang dia saat menerima kunjungan Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Minggu (16/8).
Rudolfus Riba kemudian membeberkan data kerusakan rumah warga. Paling parah, kata dia, yakni 69 unit rumah di Desa Nitung Lea. Lalu 45 unit di Desa Rokirole, 16 unit rumah di Desa Lidi, 7 unit rumah di Desa Ladolaka, dan 4 unit rumah di Desa Maluriwu.
Pendataan di 3 desa lainnya masih dalam proses. Begitu pun di Dusun Nitung Desa Nitung Lea, belum didata secara lengkap. Perangkat desa masih terus memaksimalkan pendataan karena terkendala berbagai masalah.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












