“Masih ada wilayah yang belum bisa kami data secara lengkap karena akses jalan terputus dan jaringan komunikasi juga mengalami gangguan,” ungkap Rudolfus Riba.
Informasi dari perangkat desa, terjadi juga longsoran material berupa bongkahan batu besar yang menutup berbagai ruas jalan di Pulau Palue. Seperti di Desa Maluriwu, jalan protokol utama lumpuh total akibat tebing di dua bukit yang runtuh. Kondisi ini memaksa petugas dan warga menempuh jalur darat dengan berjalan kaki. Terisolasinya pemukiman membuat warga mendesak pemerintah daerah menurunkan alat berat.
Kepala Desa Rokirole Benya Dona mengungkapkan desanya sangat membutuhkan penanganan cepat agar bantuan logistik bencana gempa dapat disalurkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tolong kami exavator untuk evakuasi batu-batu besar yang menutup jalan. Kalau tidak dibuka, bantuan tidak bisa masuk. Kami terisolasi,” ujar Benya Dona.
Gempa bumi hebat ini juga merusak sejumlah sarana publik dan fasilitas pemerintahan di Kecamatan Palue, seperti Kantor Desa Rokirole, Kantor Desa Tuanggeo, Kantor Camat Palue, Rumah Dinas Camat, serta Gereja Ave Maria. Sementara bangunan SDN Uwa 1 mengalami rusak ringan.
Camat Palue Rudolfus Riba mengimbau warga masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Warga yang memiliki rumah dengan struktur bangunan rusak atau berpotensi roboh diminta untuk segera mengungsi ke tempat aman dan selalu mengikuti petunjuk petugas di lapangan.*** (eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












