“Paling besar itu di SMPN 1 Maumere. Dari 20 rombel yang ada, semua harus dievakuasi. Kami sudah carikan alternatif, nanti pembelajaran sementara akan dilakukan di SKB,” jelas dia.
Kegiatan belajar mengajar baru akan dilaksanakan pada 31 Agustus 2026 mendatang. Dinas PKO Sikka sedang berkoordinasi dengan Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik untuk mendapatkan fasilitas tenda bagi 100 rombel agar para pelajar bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar meskipun dalam kondisi darurat.
“Kami harus intervensi, sehingga mereka tetap melaksanakan pembelajaran,” ujar mantan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sikka itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Patrisius Pederiko berharap dalam rentang waktu yang singkat ini, bantuan tenda untuk 100 rombel bisa segera didistribusikan. Jika dalam kondisi kesulitan tidak ada tenda, kata dia, maka pihaknya menyarankan pengaturan jam pembelajaran.
“Kalau tenda belum ada, ya sekolah harus atur jam belajar, ada yang masuk pagi, ada yang masuk siang, sehingga 31 Agustus itu semua pembelajaran mulai berjalan,” ujar dia.
Sebelumnya, Ketua Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka Margaretha Movaldes Da Maga Bapa menyebutkan data sementara yang diperoleh yakni sebanyak 53 sekolah yang mengalami kerusakan terdiri dari 7 unit rusak berat, 42 unit rusak sedang, dan 4 unit rusak ringan.*** (eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












