Pria kelahiran Kampung Sikka di Kecamatan Lela itu dikenal hidup dalam konteks awal perkembangan Yapenthom Maumere. Sejak sekolah itu beroperasi, Jeremias Pareira sudah menjadi tenaga pendidik, berkarya bersama sejumlah tokoh pendidik dari kalangan rohaniwan rohaniwati. Kepala SMPK Yapenthom waktu itu adalah Suster Resignata SSpS.
Jeremias Pareira merupakan guru paling lama di SMPK Yapenthom Maumere yakni selama 36 tahun. Dia pensiun pada tahun 1987 dalam posisi terakhir sebagai Kepala Sekolah. Totalitas pengabdian dengan berbagai terobosan serta gagasan demi kemajuan pendidikan, terutama di lingkungan Yapenthom, inilah yang mendorong Yapenthom Maumere mengabadikan Aula SMKS Yohanes XXIII dengan nama Aula Jeremias Pareira.
“Pa Jere itu bukan hanya sebagai tenaga pendidik dan Kepala Sekolah, tetapi sejatinya Beliau juga sebagai bagian dari sebuah generasi guru yang ikut membentuk wajah pendidikan Sikka pada zamannya,” ungkap Ricky Mane Pareira.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Andreas Hugo Pareira menyambut positip niat baik Yapenthom Maumere menjadikan Aula SMKS Yohanes XXIII dengan nama Aula Jeremias Pareira. Dia mengatakan dari berbagai referensi dan cerita lisan yang didengarnya, ayahnya adalah bagian dari sejarah panjang pendidikan di lingkungan Yapenthom.*** (eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












