“Saya mulai dari apa yang saya bisa, mulai menenun sendiri. Hasil tenun saya jual kepada senior-senior dan juga dosen-dosen waktu kuliah di Kupang. Dari hasil itulah saya kumpulkan sedikit demi sedikit untuk membeli benang dan kebutuhan produksi lainnya,” kisah dia.
Setelah modal mulai terkumpul, Ria mulai berani mengekspresikan ambisinya. Dia membangun sebuah pondok sederhana, sebagai media aktifitas menenun kain khas Pulau Adonara, Flores NTT. Dia melabeli tempat itu dengan nama Rumah Tenun Milenial.
Menurut Ria, sulitnya lowongan pekerjaan di wilayah terpencil memicu maraknya anak muda setempat yang merantau. Selain itu, pola peradaban masyarakat adat yang mulai tergilas perkembangan teknologi melahirkan kekuatiran akan punahnya budaya tenun ikat warisan leluhur Pulau Adonara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya melihat tenun Adonara memiliki nilai yang sangat besar. Di balik selembar kain ada sejarah, filosofi, keterampilan, dan identitas orang Adonara. Tetapi kalau generasi muda tidak lagi tertarik belajar menenun, perlahan-lahan budaya itu bisa hilang. Itulah yang membuat saya memilih jalan ini. Saya ingin usaha yang saya bangun bukan hanya menghasilkan uang, tetapi juga menjadi tempat untuk belajar, melestarikan budaya, dan membuka peluang bagi masyarakat,” ujar dia mantap.
Ria mengaku jalan yang dipilih memang tidaklah mudah saat memulai. Apalagi membangun kepercayaan masyarakat membutuhkan waktu yang dibuktikan dengan hasil karya. Sehingga masalah umum maraknya perantauan ke luar daerah bisa diminimalisir dengan menciptakan lapangan pekerjaan yang bisa menghasilkan uang dan bermanfaat bagi generasi wanita Adonara untuk belajar.
“Saya ingin membuktikan bahwa kita tidak harus meninggalkan kampung untuk menjadi sukses. Kita juga bisa membangun sesuatu dari kampung sendiri, mengangkat budaya kita, dan hidup dari kekayaan yang kita miliki. Jadi, bagi saya, membangun Rumah Tenun Milenial bukan sekadar berwirausaha. Ini adalah bentuk kecil dari pengabdian saya untuk Adonara,” ungkap dia.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe











