Bagi Ria, membangun karakter generasi muda Adonara menjadi tanggungjawabnya sebagai gadis keturunan pulau yang terletak di ujung timur Pulau Flores NTT itu. Secara prinsip dua sangat percaya bahwa generasi muda wajib menjaga dan meneruskan warisan tersebut.
“Kalau bukan dimulai dari sekarang, kapan lagi?” kata dia yakin.
Ria mengisahkan niat awal membangun Rumah Tenun Milenial berangkat dari rasa kekuatiran akan punahnya warisan tenun ikat. Menurutnya, tenun bukan hanya sekedar kain tapi memiliki nilai sejarah dan identitas nilai budaya masyarakat adat Adonara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Pandangan tersebut menjadi kontras karena dari pengamatannya dia menilai minat anak muda terhadap tenun mulai berkurang. Padahal, tenun bukan sekadar kain, tetapi ada sejarah, identitas, dan nilai budaya Adonara di dalamnya.
“Saya tidak ingin suatu saat generasi muda hanya mengenal tenun dari cerita orang tua. Karena itu, saya ingin ikut mengajak anak muda untuk mengenal, belajar, dan mencintai tenun,” kisah dia.
Ketika Rumah Tenun Milenial mulai dikenal masyarakat, Ria ingin memperkenalkan kain tenun khas Adonara ke seluruh wilayah di tanah air bahkan luar negeri melalui partisipasinya dalam berbagai forum kegiatan. Dia tidak saja menjual hasil produk karyanya, etapi juga membawa hasil tenun ke berbagai ruang dan kegiatan.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe











