Ria mengaku pernah mendapat dukungan dari Yayasan Samdhana Institute untuk memperkenalkan tenun Adonara dalam pertemuan perempuan penenun se-ASEAN di Luang Prabang, Laos.
“Saya juga mengikuti berbagai kegiatan yang peduli terhadap lingkungan, seperti Lestari Bumi Cau di Labuan Bajo, Fashion Show di Bali, serta festival yang diselenggarakan pemerintah di Jakarta dan Nusa Tenggara Timur. Dan pernah menjadi delegasi pengusaha muda Indonesia dalam kegiatan FutureAction, Summit 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia,” sebut dia.
Ria menginginkan tenun ikat dekat dengan generasi muda. Karena selama ini sarung sering dianggap kuno atau kolot.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil karya tenun gadis ini antara lain berupa pakaian, tas, kalung, gelang, anting, dan berbagai produk yang mengikuti tren anak muda. Dia berharap tenun Adonara tetap berakar di etalase budaya Adonara, mengikuti zaman, diterima anak muda, dikenal di seluruh Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe











