Rabies Renggut Nyawa Bocah 5 Tahun

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 2 September 2018 - 15:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 37 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Korban yang meninggal akibat penyakit rabies, Minggu (2/9)

Foto: Korban yang meninggal akibat penyakit rabies, Minggu (2/9)

Maumere-SuaraSikka.com: Serangan penyakit rabies atau anjing gila kini sudah tidak bisa ditolerir lagi. Seorang bocah perempuan berusia 5 tahun 5 bulan meninggal akibat direnggut rabies. Bocah cantik berinisial EG dari Desa Baomekot Kecamatan Hewokloang Kabupaten Sikka meninggal di BLUD TC Hillers Maumere, Minggu (2/9) pukul 07.05 Wita.
Informasi tentang hal ini diketahui melalui postingan dokter Asep Purnama melalui akun facebook. Mario B. Nara, dokter spesialis anak yang dikonfirmasi sesudahnya membenarkan peristiwa kematian EG. Demikian pun Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Hengki Sali yang dikonfirmasi terpisah.
Mario Nara menjelaskan EG diantar keluarga ke UGD pada Sabtu (1/9) malam. Kondisi korban dalam keadaan gelisah, dengan kesadaran menurun. Menurut Mario Nara, riwayat gigitan/cakaran anjing pada 5 bulan lalu. Sementara keluarga tidak mengetahui secara pasti.
“Belum pasti, tapi dari gejala klinis, kemungkinan besar rabies,” demikian keterangan Mario Nara kepada media ini.
Sementara itu Hengki Sali menjelaskan ada kasus gigitan anjing di Baomekot yang sudah dilaporkan ke Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan. Korban gigitan sudah mendapatkan vaksin anti rabies, dan bisa diselamatkan. Tetapi kasus gigitan anjing terhadap EG yang akhirnya meninggal, tidak pernah dilaporkan, sehingga di luar pemantauan petugas.
“Petugas kesehatan hewan di Kecamatan Hewokloang hanya 1 orang saja. Sehingga bisa dibayangkan bagaimana dia harus seorang diri proaktif turun ke desa-desa. Untuk kasus yang ini, tidak dilaporkan, dan juga tidak terpantau oleh kami,” jelas Hengki Sali.
Dia menambahkan sejak beberapa tahun terakhir pihaknya selalu memberikan informasi melalui radio pemerintahan daerah dan surat kepada camat serta kepala desa, termasuk sosialisasi terpadu bahaya rabies dan penanganannya. Dinas selalu menghimbau apabila ada kasus gigitan hewan penyebar rabies, korban segera diberi vaksinasi.
Data yang diperoleh media ini, selama tahun 2018 sudah terjadi 720 kasus gigitan anjing. Sudah bisa dipastikan ada 29 kasus yang positif rabies. Korban EG yang meninggal akibat rabies, menurut Hengki Sali merupakan korban meninggal pertama selama tiga tahun terakhir.
Sebelumnya, Asep Purnama menulis, di antara euforia kebahagiaan dan kesuksesan penyelenggaraan dan prestasi atlet di even akbar Asian Games, hari ini, 2 September 2018 pada jam 07.05 Wita kembali virus rabies jahanam memakan korban nyawa sia-sia. Kali ini korbannya anak perempuan cantik – sebut saja bernama Maria – yang baru berusia 5 tahun 5 bulan, tinggal di Desa Baomekot Kecamatan Hewokloang Kabupaten Sikka NTT.
Dia melanjutkan semoga Maria beristirahat dalam damai di rumah Bapa di surga. Dan semua warga Flores, khususnya para pemimpin (mulai dari pemimpin rumah tangga, pemimpin umat maupun pemimpin masyarakat), diberi pencerahan serta menjadi lebih peduli dalam upaya melindungi warganya, terutama anak-anak dari kematian konyol karena rabies.

BERITA TERKAIT:

“Sudah ratusan nyawa melayang sia-sia di Flores akibat kebiadaban si jahanam virus rabies. Perlu berapa korban nyawa lagi, supaya kita bisa lebih peduli lagi? Sekarang Maria korbannya, tapi suatu saat salah satu di antara kita akan menjadi korban berikutnya jika kita tetap cuek dan tidak peduli,” tulis Asep Purnama.
Dalam postingan tersebut, Asep Purnama juga menampilkan sebuah foto dengan wajah seorang anak yang sedang tertidur, sepertinya dalam keadaan meninggal. Wajah anak pada foto tersebut dibuat blur sehingga tidak kelihatan jelas. Belum tahu apakah wajah dalam foto tersebut adalah korban yang meninggal pagi tadi akibat rabies ataukah hanya ilustrasi saja.*** (eny)
Baca Juga :  Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru