Sikapi Surat Kaleng Anggota Pol PP, Golkar Usul RDP

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 24 Oktober 2018 - 17:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 59 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Partai Golkar

Logo Partai Golkar

Maumere-SuaraSikka.com: Surat kaleng yang ditulis anggota Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaen Sikka, tembus ke ruang paripurna DPRD Sikka. Fraksi Partai Golkar menyikapi serius substansi surat tersebut. Fraksi ini pun mengusulkan DPRD Sikka menggelar rapat dengar pendapat (RDP) untuk mendalami masalah ini.
Usulan RDP ini disampaikan Sekretaris Fraksi Partai Golkar Antonius Hendrikus Rebu saat rapat paripurna, Rabu (24/10). Dia memohon kepada Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa untuk mengagendakan RDP bersama Kepala Dinas Pol PP dan Damkar Kabupaten Sikka Yoseph Benyamin.
Sebelumnya dalam pemandangan umum fraksi, Selasa (23/10) kemarin, Fraksi Partai Golkar mengangkat persoalan ini di ruang paripurna. Antonius Hendrikus Rebu meminta penjelasan kepada pemerintah terkait surat pengaduan anggota Pol PP dan Damkar yang dialamatkan kepada Ketua DPRD Sikka.

Berita Terkait:


“Fraksi sangat berharap pemerintah seris menelusuri dan menyelesaikan masalah ini serta mengambil tindakan tegas agar suasana kerja di Pol PP dan Damkar tetap kondusif. Dan masalah yang sama tidak terulang pada organisasi perangkat daerah lainnya,” tegas Antonius Hendrikus Rebu.
Bupati Fransiskus Roberto Diogo alias Robby Idong dalam keterangan pemerintah, Rabu (24/10), menanggapi penegasan Fraksi Partai Golkar. Robby Idong mengatakan pada dasarnya pemerintah sangat menyesalkan pandangan Fraksi DPRD Sikka yang bersumber dari berita kaleng yang dalam hal ini berita hoax karena identitas dan nama tidak jelas. Maski demikian Robby Idong menjawab juga sikap politik Fraksi Partai Golkar.
Terhadap persoalan anggota Pol PP dan Damkar, Robby Idong menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan di Satpol PP dan Damkar bersifat transparan dan berbasis kinerja. Sesuai perjanjian kerja yang dibuat antara semua anggota dan Kasat Pol PP dan Damkar serta hasil rapat bersama bahwa pembayaran uang insentif, uang makan piket, dan uang perjalanan dinas dalam daerah berbasis kinerja.
Anggota yang tidak bekerja karena izin, sakit, dan tanpa berita, tidak dibayarkan uang makan piket sesuai jumlah hari yang tidak melaksanakan kerja. Demikian juga anggota yang tidak masuk atau tidak bekerja lebih dari 5 hari dalam 1 bulan, tidak diberikan uang perjalanan dinas dalam daerah. Sementara anggota Pol PP dan Damkar yang pegawai negeri jika tidak bekerja selama 5 hari dalam 1 bulan, insentifnya tidak dibayarkan sebesar Rp 200.000.
“Semua pemotongan tersebut tidak diajukan ke Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sikka, sehingga uang tersebut akan menjadi silpa dalam APBD Kabupaten Sikka,” jelas Robby Idong.
Antonius Hendrikus Rebu menyampaikan kekecewaannya karena Bupati Robby Idong menyebut surat anggota Pol PP dan Damkar sebagai surat kaleng. Bagi dia surat tersebut ada identitasnya, karena menyebut jelas pengirim adalah anggota Pol PP dan Damkar, meski tanpa nama pengirim. Surat anggota Pol PP dan Damkar ini menjadi menarik untuk ditelusuri karena substansi yang dipersoalkan.*** (eny)
Baca Juga :  Gelora Samador Bakal Jadi Venue Sepak Bola Putri di PON 2028

Berita Terkait

Sekda Sikka Alfin Parera Mendadak Diganti, Bupati: Sudah Sesuai Aturan Kepegawaian
Gelora Samador Bakal Jadi Venue Sepak Bola Putri di PON 2028
Persami Tekuk Nirwana, Claus Bikin Braze, Bayu Diusir Wasit
Laga Perdana Piala Suratin, Nirwana Nagekeo Tantang Tuan Rumah Persami Maumere
Yohanes Tola Deklarasikan Kesiapan Maju sebagai Calon Ketua Presidium PP PMKRI Periode 2026-2028
Kunjungi SMPK Yapenthom 2 dan SMPK Yapenthom 1, Wabup Sikka Dorong Prestasi Pendidikan
Kondisi Sikka Saat Ini, Simak Konflik Pendapat Mahasiswa Hukum Unipa Maumere
Komitmen Perjuangan Partai Golkar Sikka untuk Guru, Bertindak Lokal, Berpikir Nasional

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:27 WITA

Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:26 WITA

Empat Negara di Tangga Juara

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:37 WITA

Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:55 WITA

Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:27 WITA

Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:23 WITA

Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan

Senin, 11 Mei 2026 - 20:15 WITA

China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial

Senin, 11 Mei 2026 - 19:28 WITA

Arogansi Kekuasaan dan Matinya Ruang Dialog di Ende

Berita Terbaru

Kadispora NTT Alfonsus Theodorus dan Ketua PSSI NTT Chris Mboeik pose bersama pada pembukaan Piala Pertiwi dan Piala Suratin Tahun 2026 di Gelora Samador da Cunha Maumere, Sabtu (25/7)

Daerah

Gelora Samador Bakal Jadi Venue Sepak Bola Putri di PON 2028

Minggu, 26 Jul 2026 - 08:08 WITA

Persami Maumere menang pada laga perdana Piala Suratin, Sabtu (25/7)

Daerah

Persami Tekuk Nirwana, Claus Bikin Braze, Bayu Diusir Wasit

Sabtu, 25 Jul 2026 - 22:57 WITA