Maumere-SuaraSikka.com: Kurang lebih 800 mahasiswa Universitas Nusa Nipa Maumere bersama puluhan dosen, pegawai, termasuk petugas keamanan kampus mengepung Kantor DPRD Sikka di Jalan Eltari, Jumat (24/2).
Mereka melakukan longmarch dari Kampus Unipa di Jalan Kesehatan, berjalan kaki sekitar 2 kilomerer ke Gedung DPRD Sikka. Konvoi aksi dikawal ketat Satlantas Polres Sikka.
Aksi ini dilakukan menyusul pernyataan Anggota DPRD Sikka Fraksi Partai Hanura Wenseslaus Wege yang dinilai telah mencederai marwah Unipa Maumere.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sebuah media online, Wenseslaus Wege menuding Yayasan Nusa Nipa dan Unipa telah menggelapkan aset Pemkab Sikka selama 16 tahun.
Dia juga menyebutkan bahwa Unipa Maumere didirikan hanya untuk memperkaya kroni-kroninya.
Dua pernyataan tendensius ini dianggap sebagai upaya mencemarkan nama baik Unipa Maumere.
Massa aksi yang didominasi jaket berwarna oranye, tiba di Kantor DPRD Sikka sekitar pukul 10.00 Wita. Mereka langsung menyebar ke halaman depan Gedung Kantor DPRD Sikka.
Petugas keamanan Polres Sikka bersama pasukan anti huru-hara menjaga ketat aksi ini.
Sejumlah mahasiswa menggelar orasi secara bergantian. Mereka meminta Wenseslaus Wege mengklarifikasi dan menjelaskan pernyataan-pernyataan yang dibuatnya di sebuah media online.
Beberapa orator meneriak lantang agar Wenseslaus Wege segera memberikan klarifikasi di depan massa aksi. Mereka tidak mau klarifikasi dan penjelasan Wenseslaus Wege disampaikan di ruang paripurna.

Hal ini dipertegas juga Koordinator Aksi Gerry Gobang, yang juga Pembantu Rektor 1. Dia memastikan aksi Unipa Maumere lebih kepada menuntut Wenseslaus Wege memberikan penjelasan secara terbuka di halaman Kantor DPRD.
“Kami ingin Saudara Wenseslaus Wege pertanggungjawabkan peryataannya secara terbuka, agar masyarakat bisa mendengarnya,” seru dia melalui pengeras suara.
Wenseslaus Wege yang ditunggu-tunggu ternyata tidak tampil di depan massa aksi. Justeru yang menemui massa aksi adalah Ketua DPRD Sikka Donatus David didampingi Wakil Ketua DPRD Sikka Yoseph Karimanto Eri.
Donatus David pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih atas kedatangan massa aksi dalam kaitan dengan pernyataan media seorang anggota DPRD Sikka.
Dia mengatakan DPRD Sikka sebagai sebuah lembaga, diatur dengan regulasi-regulasi. Dalam konteks itu, kata dia, setelah berkoordinasi dengan Koordinator Aksi, tuntutan massa aksi telah disepakati untuk didiskusikan di dalam ruang paripurna.
“Minta maaf, kami tidak bisa hadirkan Wens Wege di tempat ini,” ujar dia langsung disoraki massa aksi.
Dia mengatakan sebagaimana kesepakatan dengan Koordinator Aksi, direncanakan rapat dengar pendapat antara Unipa Maumere dan DPRD Sikka akan dijadwalkan pada 10 Maret 2023 mendatang.
Setelah dialog singkat ini, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sikka meninggalkan massa aksi.
Sementara itu mahasiswa terus melakukan orasi. Kurang lebih setengah jam sesudahnya mereka meninggalkan halaman Kantor DPRD Sikka.
Sehari sebelum menggelar aksi di DPRD Sikka, Kuasa Hukum Unipa Maumere telah melaporkan secara resmi Wenseslaus Wege kepada Polres Sikka dengan dugaan pencemaran nama baik.*** (eny)















