Polisi Siap Lidik Dugaan Mark Up Tunjangan di DPRD Sikka

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 29 Desember 2018 - 17:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 19 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Sikka AKBP Rickson PM Situmorang

Kapolres Sikka AKBP Rickson PM Situmorang

Maumere-SuaraSikka.com: Dugaan mark up tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi tahun 2018 bagi anggota DPRD Sikka, sepertinya akan masuk babak baru. Polisi siap melakukan penyelidikan jika ada yang melaporkan kasus tersebut disertai bukti-bukti.
Kapolres Sikka AKBP Rickson PM Situmorang mengaku belum mendengar infornasi terkait dugaan mark up tunjangan bagi anggota DPRD Sikka. Dia mengatakan belum mendapat laporan, termasuk belum mengetahui dugaan mark up yang dimaksudkan itu seperti apa.
“Saya belum tahu, belum ada laporan. Kalau ada laporan nanti kita akan lihat dugaannya seperti apa,” jelas Rickson Situmorang kepada pawa wartawan di ruangan kerjanya, Sabtu (28/12).

Berita Terkait:

Baca Juga :  Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Sementara itu informasi yang diterima media ini, Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Sikka kini sedang melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) untuk mengungkap ada tidaknya tindak pidana korupsi terkait tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi yang melibatkan 32 anggota DPRD Sikka.
Dugaan marku up ini terkuat setelah disampaikan secara terbuka oleh Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong kepada wartawan di Capa Resort, Kamis (19/12). Dia mengaku teleh memeriksa Peraturan Bupati Sikka yang lama, dan ada indikasi terjadi mark up. Sesuai hasil survei harga pasar, mestinya tunjangan perumahan dibayarkan Rp 6 juta perbulan peranggota, namun terjadi persekongkolan berdasarkan risalah DPRD sehingga dibayarkan Rp 10 juta perbulan perangggota.
“Mereka mau sama seperti sekarang, Rp 10 juta. Tetapi setelah saya periksa Perbup Bupati yang lama, itu kesalahan. Itu sudah indikasi mark up. Karena hasil survei tahun lalu pun itu Rp 6 juta, tapi mereka menetapkan Rp 10 juta, dengan dasarnya risalah DPRD. Jadi ini persekongkolan,” ujar Robby Idong blak-blakan.
Kisruh perbedaan pendapat antara pemerintah dan DPRD setempat terkait tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi telah memicu belum ditetapkannya APBD Sikka Tahun 2019. Sudah dua kali digelar rapat konsultasi antara Pimpinan DPRD, Ketua Fraksi dan Bupati Sikka, namun sepertinya beda pendapat ini belum mencair.
Sampai dengan hari ini, Sabtu (29/12), dua hari menjelang akhir tahun 2018, APBD Sikka 2019 belum juga ditetapkan. Informasi yang dihimpun media ini, sepertinya penetapan dijadwalkan pada Senin (31/12) pagi.*** (eny)

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru