Tunjangan Perumahan DPRD Sikka Tahun 2018 Diduga Mark Up

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 28 Desember 2018 - 10:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 50 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dan Wakil Bupati Sikka Romanus Woga diterima di DPRD Sikka pada akhir September 2018

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dan Wakil Bupati Sikka Romanus Woga diterima di DPRD Sikka pada akhir September 2018

Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 32 anggota DPRD Sikka menerima tunjangan perumahan tahun 2018 sebesar Rp 10 juta per bulan. Namun naga-naganya besaran tunjangan yang diterima ini diduga mark up. Kalau dugaan ini benar terjadi, sudah semestinya penegak hukum melakukan intervensi secara hukum.
Soal dugaan mark up tunjangan perumahan ini disampaikan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong kepada sejumlah wartawan di Capa Resor, Kamis (20/12) pekan lalu. Dia memberikan keterangan usai membuka kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu 2019.
Robby Idong menjawab wartawan terkait tertundanya jadwal penetapan APBD Tahun 2019. Sedianya APBD 2019 akan ditetapkan pada Rabu (19/12). Namun penetapan urung dilaksanakan menyusul belum adanya satu pemahaman tentang besaran tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi bagi anggota DPRD Sikka.
Informasi yang dihimpun media ini, untuk tahun 2019 ini pemerintah daerah setempat mengalokasikan tunjangan perumahan sebesar Rp 6.250.000 perbulan peranggota, dan tunjangan transportasi Rp 9 juta perbulan peranggota. Namun DPRD Sikka menuntut tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi seperti tahun lalu yakni Rp 10 juta dan Rp 12,5 juta perbulan peranggota.

Berita Terkait:

Baca Juga :  Bupati Sikka Diingatkan Jangan Gegabah Terapkan Pergub Pembatasan BBM Bersubsidi

“Mereka mau sama seperti sekarang, Rp 10 juta. Tetapi setelah saya periksa Perbup Bupati yang lama, itu kesalahan. Itu sudah indikasi mark up. Karena hasil survei tahun lalu pun itu Rp 6 juta, tapi mereka menetapkan Rp 10 juta, dengan dasarnya risalah DPRD. Jadi ini persekongkolan,” ujar Robby Idong blak-blakan.
Dia mengatakan dengan melakukan mark up dari Rp 6 juta ke Rp 10 juta, maka daerah sudah dirugikan Rp 2.880.000.000. Robby Idong mengatakan dia harus mengungkapkan ini karena UU Tipikor menyebut barang siapa mengetahui terjadi tindakan korupsi dan tidak melapor berarti dia terlibat.
“Kita harus tegas. Saya berhenti bupati pun saya tidak takut. Tapi kebenaran itu yang saya jalankan. Saya punya istri bilang lebih baik engau berhenti, dari pada engkau kerja tidak betul. Saya akan kerja lurus,” tambah mantan Camat Nele itu.
Kisruh tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi bagi anggota DPRD Sikka hingga kini belum juga mencair. Sudah dua kali digelar rapat konsultasi antara Pimpinan DPRD, Ketua Fraksi dan Bupati Sikka. Belum diketahui apa hasil rapat konsultasi tersebut. Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka Valentinus Tupen yang dihubungi usai rapat konsultasi, Senin (24/12) lalu, menyampaikan belum ada kata sepakat soal besaran dua tunjangan tersebut.
Sementara itu, sampai dengan hari ini, tiga hari menjelang tutup tahun, APBD Sikka 2019 belum juga ditetapkan. Informasi yang dihimpun media ini, sepertinya penetapan dijadwalkan pada Senin (31/12) pagi.*** (eny)

Berita Terkait

Kondisi Sikka Saat Ini, Simak Konflik Pendapat Mahasiswa Hukum Unipa Maumere
Komitmen Perjuangan Partai Golkar Sikka untuk Guru, Bertindak Lokal, Berpikir Nasional
837 Orang Muda Katolik dari 9 Keuskupan, Ramaikan Nusra Youth Day III di Maumere
Bupati Sikka Diingatkan Jangan Gegabah Terapkan Pergub Pembatasan BBM Bersubsidi
Mahasiswa Unipa Maumere Kritik Gubernur NTT: Hak Subsidi Rakyat Jangan Dikorbankan Demi Pajak!
Selvin Ratu Ludji, Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Tembus Level Propinsi OSN Bidang IPS
Polres Sikka Bantah Tudingan Oknum Polisi Minta Uang Tebusan BBM
Sebut Gubernur NTT Malas, PMKRI Maumere Soroti Kebijakan Larangan Penggunaan BBM Bersubsidi

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:04 WITA

Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:33 WITA

Putusan MK: Kepala Daerah Tetap Dipilih Rakyat

Senin, 29 Juni 2026 - 21:31 WITA

Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:38 WITA

PSG Juara Liga Champions 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:49 WITA

Bantuan Sapi Kurban Presiden dari APBN Tuai Kontroversi, Gerindra Sebut Sah dan Tidak Langgar Aturan

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:04 WITA

Kemendikdasmen Umumkan Hasil TKA SD dan SMP 2026, Ini Hasilnya!

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:53 WITA

Melchias Mekeng Kutuk Keras Pembubaran Ibadah di Bantul

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:45 WITA

Dirut BPJS Kesehatan Dorong Generasi Muda Cegah DM dan Hipertensi melalui Fun Run 2026

Berita Terbaru

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito memberikqn keterangan kepada wartawan usai menggelar Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025, Kamis (2/7)

Nasional

Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat

Kamis, 2 Jul 2026 - 17:04 WITA