Soal Tunjangan Perumahan dan Transportasi, Robby Idong Pertaruhkan Jabatan Bupati Sikka

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 23 Desember 2018 - 22:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 41 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dalam satu kesempatan di paripurna DPRD Sikka

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dalam satu kesempatan di paripurna DPRD Sikka

Maumere-SuaraSikka.com: Kisruh tunjangan perumahan dan transportasi bagi DPRD Sikka sepertinya akan semakin menajam. DPRD dan pemerintah setempat belum mendapat titik temu untuk mencairkan persoalan ini. Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong bahkan akan mempertaruhkan jabatan yang baru disandangnya tiga bulan lalu, untuk melawan DPRD Sikka.
“Saya berhenti Bupati pun saya tidak takut, tapi kebenaran itu yang saya jalankan. Saya punya istri bilang lebih baik engkau berhenti, dari pada engkau kerja tidak betul. Yah, saya akan kerja lurus,” demikian Robby Idong kepada wartawan di Capa Resort, Kamis pekan lalu.
Mantan Camat Nele ini menyadari akan ada dinamika politik yang cukup kencang jika pemerintah tidak menyetujui usulan DPRD Sikka. Namun buat dia, apapun risikonya dia siap menghadapinya dengan konsekuensi-konsekuensi politik.
Dia mengatakan akan tetap bertahan dengan usulan yang sudah disampaikan pemerintah untuk mengalokasikan tunjangan perumahan Rp 6.250.000 perbulan peranggota dan tunjangan transportasi Rp 9 juta perbulan peranggota. Sikap ini akan dia pertahankan walaupun pada akhirnya DPRD Sikka tidak menyetujui APBD Sikka Tahun 2019.

Berita Terkait:

Baca Juga :  1.540 Rumah di Sikka Rusak Akibat Gempa Bumi 7,7 Magnitudo

“Walaupun APBD tidak disetujui, tidak apa-apa. Lebih baik kita menunggu 60 hari, dari pada masuk penjara,” terang dia.
Robby Idong menambahkan dia menghargai tuntutan DPRD Sikka agar mengalokasikan tunjangan perumahan Rp 10 juta perbulan peranggota dan tunjangan transportasi Rp 9 juta perbulan peranggota. Namun dia tidak berani melaksanakannya, karena harus mengikuti survei harga pasar yang dilakukan Bagian Ekonomi.
“Mau sama seperti tahun lalu, Rp 10 juta. Tetapi setelah saya periksa Perbup Bupati lama, itu kesalahan. Itu sudah ada indikasi mark-up, karena hasil survei tahun lalu pun itu Rp 6 juta, tapi mereka menetapkan Rp 10 juta, dengan dasarnya risalah DPRD. Jadi ini persekongkolan,” kata dia.
Lantaran perbedaan pendapat antara DPRD Sikka dan Bupati Sikka mengenai besarnya tunjangan perumahan dan transportasi, APBD Sikka 2019 pun belum bisa ditetapkan. Awalnya dijadwalkan penetapan APBD Sikka 2019 pada Rabu (19/12), namun kemudian ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. Infornasi yang dihipun media ini, DPRD Sikka akan menjadwalkan penetapan APBD Sikka 2019 pada tanggal 31 Desember 2018 mendatang.*** (eny)

Berita Terkait

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa
Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi
Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat
Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo
Wabup Sikka Serahkan 20 Unit Tenda untuk Korban Gempa di Talibura
Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar
PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT
Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:21 WITA

Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:09 WITA

Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:00 WITA

PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:20 WITA

Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:37 WITA

Diaspora Flobamora di Papua Galang Dana untuk Korban Gempa Bumi

Berita Terbaru

Salah satu rumah warga mengalami rusak berat akibat guncangan gempa bumi tektonik di Flores

Bencana Alam

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agu 2026 - 10:45 WITA