TPPO di Flores Belum Berhenti, 19 Warga Lembata Diamankan di Polres Sikka, 3 Anak di Bawah Umur, Hendak ke Kalimantan

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 20 Mei 2024 - 13:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 831 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 19 warga Lembata kasus dugaan TPPO diamankan di Polres Sikka, Minggu (19/5) malam (foto: istimewa)

Sebanyak 19 warga Lembata kasus dugaan TPPO diamankan di Polres Sikka, Minggu (19/5) malam (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Flores NTT belum pernah berhenti. Baru-baru kemarin, Minggu (19/5) malam, terbetik kabar Polres Sikka mengamankan 19 warga Kabupaten Lembata yang hendak berangkat ke Kalimantan.

Informasi pengamanan 19 warga Lembata ini disampaikan resmi Kapolres Sikka melalui Kasi Humas AKP Susanto kepada media ini, Senin (20/5) pagi.

“Reskrim dan Sat Intelkam semalam gagalkan 19 calon tenaga kerja non prosedural,” demikian pesan WhatsApp AKP Susanto.

Sementara itu KBO Reskrim Polres Sikka Ipda Sang Nyoman Parwata yang ditemui Senin (20/5) memastikan pihaknya mengamankan 19 warga Lembata. Dia belum memberikan penjelasan secara detail dengan alasan masih dalam pemeriksaan.

Suasana pengamanan tenaga kerja non prosedural di rumah Stefanus Egi (foto: istimewa)

Pantauan media ini, 19 warga dugaan TPPO tengah berada di halaman tengah Reskrim Polres Sikka. Tampak terdapat 3 orang perempuan dewasa. Terlihat juga beberapa remaja, yang diperkirkan masih tergolong kelompok usia di bawah umur.

Baca Juga :  Perpamsi Salurkan Rp 214 Juta untuk 5 Perusahaan Air Minum Terdampak Gempa Flores

Media ini sempat mengonfirmasi salah seorang dari 19 warga Lembata. Laki-laki ini usianya sekitar 40 tahun lebih. Namun belum sampai 5 menit, dia dipanggil seseorang, diduga pihak yang melakukan perekrutan.

Berita Terkait

Perpamsi Salurkan Rp 214 Juta untuk 5 Perusahaan Air Minum Terdampak Gempa Flores
SMKS Yohanes XXIII Maumere Gelar Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan Tingkat SMP di Sikka, Total Hadiah Rp 11,8 Juta
Abadikan Tokoh Pendidikan, Aula SMKS Yohanes XXIII Maumere Diberi Nama Aula Jeremias Pareira
PMKRI Maumere Pertanyakan Sisa Logistik Bencana dan Bantuan Presiden Rp 20 Miliar
Basarnas Tutup Operasi SAR Gempa Flores 7,7 Magnitudo
Kemelut di SMKN 1 Maumere, Gaji 52 Guru Pegawai Turun, Kepsek: Bukan Pemotongan Tapi Penyesuaian
Dapat Program Revitalisasi Rp 909,9 Juta, 5 Ruang Kelas di SMPK Yapenthom 1 Maumere Mulai Dibongkar
Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 07:59 WITA

Perpamsi Salurkan Rp 214 Juta untuk 5 Perusahaan Air Minum Terdampak Gempa Flores

Senin, 21 September 2026 - 10:21 WITA

SMKS Yohanes XXIII Maumere Gelar Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan Tingkat SMP di Sikka, Total Hadiah Rp 11,8 Juta

Kamis, 17 September 2026 - 19:48 WITA

Abadikan Tokoh Pendidikan, Aula SMKS Yohanes XXIII Maumere Diberi Nama Aula Jeremias Pareira

Senin, 14 September 2026 - 18:22 WITA

PMKRI Maumere Pertanyakan Sisa Logistik Bencana dan Bantuan Presiden Rp 20 Miliar

Jumat, 11 September 2026 - 22:24 WITA

Kemelut di SMKN 1 Maumere, Gaji 52 Guru Pegawai Turun, Kepsek: Bukan Pemotongan Tapi Penyesuaian

Kamis, 10 September 2026 - 22:25 WITA

Dapat Program Revitalisasi Rp 909,9 Juta, 5 Ruang Kelas di SMPK Yapenthom 1 Maumere Mulai Dibongkar

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WITA

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya

Jumat, 4 September 2026 - 08:03 WITA

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Berita Terbaru

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito tengah memberikan keterangan pers di Cimahi, Rabu (16/9)

Nasional

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Kamis, 17 Sep 2026 - 22:07 WITA