


Maumere-SuaraSikka.com: Pascagempa bumi tektonik yang melanda Pulau Flores termasuk Kabupaten Sikka, diketahui Belanja Modal di daerah itu “hilang” Rp 12.343.730.910,56. Hingga kini belum diketahui alasan pengurangan belanja modal tersebut.
Sebelumnya dalam APBD TA 2024 Pemkab Sikka dan DPRD Sikka menetapkan Belanja Modal sebesar Rp 44.943.387.882,81. Namun dalam Pidato Pengantar Rancangan Perubahan APBD 2026 yang disampaikan di depam Paripurna DPRD Sikka, Jumat (21/8), Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengusulkan pengurangan 27,47 persen, sehingga Belanja Modal hanya dianggarkan sebesar Rp 32.599.656.972,25.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Belanja Modal yang ada nantinya digunakan untuk Belanja Modal Tanah Rp 335.000.000, Belanja Modal Peralatan dan Mesin Rp 8.274.378.858, Belanja Modal Gedung dan Bangunan Rp 12.146.949.886,25, Belanja Modal Jalan, Jaringan dan Irigasi Rp 8.350.936.100,00, dan Belanja Modal Aset Tetap Lainnya Rp 3.492.392.128.
Menurut Bupati Sikka, penyesuaian Belanja Modal dilakukan dengan
memperhatikan kemampuan fiskal daerah dan prioritas kebutuhan pembangunan. Meskipun mengalami penyesuaian secara keseluruhan, kata dia, pemerintah daerah tetap memberikan perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur yang bersifat mendesak dan harus segera ditangani.
Secara umum, dalam Rancangan Perubahan APBD 2026 Belanja Daerah di Kabupaten Sikka berkurang Rp 27.058.349.071,53 atau sebesar 2,10 persen dari target semula sebesar Rp 1.289.463.743.000. Belanja Daerah kini hanya dianggarkan sebesar Rp 1.262.405.393.928,47.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago beralasan penyesuaian Belanja Daerah dilakukan dengan mempertimbangkan penyesuaian Silpa TA 2025 berdasarkan hasil audit BPK RI Perwakilan Propinsi NTT, perkembangan alokasi dan penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU), penyaluran kurang bayar Dana Bagi Hasil (DBH) hingga TA 2024, serta penyaluran Dana TDF pada TA 2026.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












