Otto Gusti Madung Jadi Ketua STFK Ledalero

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 22 Agustus 2018 - 19:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 600 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Yayasan Persekolahan Santo Paulus Ende Pater Alfons Mano, SVD, melantik Pater Otto Gusti Madung sebagai Ketua STFK Ledalero, Sabtu (18/8)

Foto: Ketua Yayasan Persekolahan Santo Paulus Ende Pater Alfons Mano, SVD, melantik Pater Otto Gusti Madung sebagai Ketua STFK Ledalero, Sabtu (18/8)

Maumere – SuaraSikka.com: Pater Otto Gusti Madung, SVD, Sabtu (18/8), resmi dilantik menjadi Ketua Sekolah Tinggi Filsafat (STFK) Ledalero untuk masa jabatan 2018-2022. Dosen dan peneliti itu menggantikan Pater Bernard Raho, SVD, yang sudah berakhir masa tugasnya.
Pelantikan pimpinan baru STFK Ledalero ini berlangsung di Aula Santo Thomas Aquinas STFK Ledalero sekitar pukul 10.30 Wita. Otto Gusti Madung dilantik oleh Pater Alfons Mano, SVD, selaku Ketua Yayasan Persekolahan Santo Paulus Ende. Acara pelantikan diawali dengan misa pembukaan tahun akademik 2018/2019.
Otto Gusti Madung dipilih melalui mekanisme sidang senat dosen pada April 2018 yang lalu. Sidang senat dosen mempertimbangkan keputusan Provinsial dan Dewan Provinsial SVD Ende dan Pengurus Yayasan Persekolahan Santo Paulus Ende untuk memutuskan pastor kelahiran Lengko Elar Kabupaten Manggarai Timur sebagai pimpinan baru STFK Ledalero.
Dr. Otto Gusti Madung, SVD
Foto: Dr. Otto Gusti Madung, SVD
Di momen pelantikan, Pater Alfons Mana meminta perhatian agar Ketua STFK Ledalero mengutamakan tugas kepemimpinan. Hal ini memang sangat penting, karena Otto Gusti Madung selain sebagai dosen, juga dikenal sebagai seorang peneliti, dan pekerja advokasi kemanusiaan. Beberapa tahun terakhir ini dia ikut terlibat aktif pada Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TruK) pimpinan Suster Eustachia, SSpS.
“Sebagai Ketua STFK Ledalero, ini tugas yang berat. Saya minta agar utamakan memimpin lembaga ini, selain pengembangan profesionalisme sebagai dosen dan juga peneliti,” pinta Alfons Mana.
Berbicara di depan petinggi SVD, mahasiswa STFK Ledalero, serta pejabat pemerintahan daerah setempat, Otto Gusti Madung menyinggung tentang tantangan zaman dan juga untuk meningkatkan kontribusi institusi bagi pengembangan masyarakat. Untuk menjawabi hal itu, dia akan menjawabi dengan rencana aksi konkrit yang akan dijalankan selama masa kepemimpinannya.
Dia menyebutkan tiga rencana penting yakni pengembangan program studi, peningkatan kualitas pendidikan, dan pengembangan bahasa asing terutama Bahasa Inggris. Khusus untuk pengembangan bahasa asing, STFK Ledalero akan menyiapkan sistem dan regulasi yang dapat memastikan mahasiswa dapat mengembangkan bahasa asing secara. Dia sangat berkeinginan agar mahasiswa STFK Ledalero tamatan tahun 2020 harus mencapai skor TOEFL 450.
Otto Gusti Madung kini berusia 48 tahun lebih. Pada tahun 1991 dia belajar filsafat pada STFK Ledalero. Lalu pada tahun 1994 sempat studi teologi di Philosophisch-Theologische Hochschule St. Gabriel Modling bei Wim di Austria. Dia mencapai Magister der Theologic pada tahun 1999. Sambil itu, sejak Juli 1998 hingga September 2000 dia bekerja sebagai pastor pembantu pada sebuah paroki di Wina, Austria.
Selama 1 tahun dari Oktober 2000 sampai September 2001, dia bekerja pada Institut Sosial Jakarta, sebuah lembaga swadaya masyarakat milik Ordo Jesuit yang bergerak di bidang advokasi masyarakat miskin Kota Jakarta. Dan di akhir 2001 hingga Februari 2008 belajar filsafat pada Hochschule für Philosophie di Muenchen Jerman.
Selanjutnya pada 8 Februari 2008 dia berhasil mempertahankan tesis doktoral dengan judul Politic und Gewalt: Giorgio Agamben und Jürgen Habermas im Vergleich, atau dalam bahasa Indonesia yakni Politik dan Kekerasan: Sebuah Studi Perbandingan tentang Giorgio Agamben dan Jurgen Habermas.*** (eny)
Baca Juga :  Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo

Berita Terkait

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa
Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi
Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat
Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo
Wabup Sikka Serahkan 20 Unit Tenda untuk Korban Gempa di Talibura
Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar
PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT
Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:21 WITA

Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:09 WITA

Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:00 WITA

PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:20 WITA

Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:37 WITA

Diaspora Flobamora di Papua Galang Dana untuk Korban Gempa Bumi

Berita Terbaru

Salah satu rumah warga mengalami rusak berat akibat guncangan gempa bumi tektonik di Flores

Bencana Alam

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agu 2026 - 10:45 WITA