Pemerintah Proyeksikan PAD Sikka 2020 Sebesar Rp 121 Miliar Lebih

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 26 Juni 2019 - 19:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 11 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana sidang paripurna DPRD Sikka terkait KUA PPAS TA 2020

Suasana sidang paripurna DPRD Sikka terkait KUA PPAS TA 2020

Maumere-SuaraSikka.com: Pemerintah Kabupaten Sikka proyeksikan pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun 2020 sebesar Rp 121.440.000.000 atau bertambah Rp 17.150.277.799 jika dibandingkan tahun 2019.
Untuk tahun ini, target PAD sebesar Rp 104.289.722.201. Sampai dengan semester pertama di Juni 2019, pemerintah baru merealisasikan 30 persen atau Rp 31 miliar lebih. Kondisi ini membuat pesimis banyak orang akan kesanggupan Bupati Sikka merealisasikan target PAD 2020.
Menjawabi keraguan itu, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong pun mematok kebijakan pokok dalam merencanaan pendapatan daerah. Di depan paripurna DPRD Sikka, Senin (24/6), dia mematok dua hal mendasar yang akan diupayakan untuk meningkatkan PAD yaitu intensifikasi dan ekstensifikasi PAD, dan optimalisasi pemanfaatan aset daerah.
Dari sisi intensifikasi, Bupati Sikka menggariskan 5 upaya yang akan dilakukan. Pertama, meningkatkan manajemen tatakelola pemungutan dan penerimaan PAD. Hal ini ditempuh melalui penyederhanaan sistem dan prosedur administrasi pemungutan pajak dan retribusi daerah, peningkatan ketersediaan sistem informasi yang kredibel dan akuntabel, penerapan tarif pajak daerah dan retribusi daerah sesuai peraturan daerah yang telah ditetapkan, serta meningkatkan pengendalian dan pengawasan atas pemungutan pajak dan retribusi daerah.
Kedua, meningkatkan kualitas sarana layanan publik sehingga masyarakat merespons secara positip atas pungutan yang ditetapkan. Ketiga, meningkatkan kapasitas dan integritas aparatur pemungut PAD, dengan pelatihan teknis dan pemberian reward dan punishment yang sesuai dan layak.
Keempat, meningkatkan peran dan fungsi perangkat daerah pengelola PAD dalam peningkatan pelayanan dan upaya optimalisasi peneriaman PAD sesuai target yang ditetapkan. Kelima, meningkatkan pengawasan dan penagakan peraturan daerah terhadap pelaksanaan pungutan setiap jenis PAD.
Upaya ekstensifikasi yakni memperluas subjek dan objek pajak serta penyesuaian tairf. Terdapat 6 hal yang akan dilakukan yaitu perluasan wajib pajak, penyempurnaan tarif, perluasan objek pajak, dan meningkatkan pengawasan dan penegakan peraturan daerah dari pelaksanaan pungutan stiap jenis PAD.
Selain itu, meningkatkan kerja sama dengan KPP Pratama dan UPTD Pendapatan Propinsi untuk mengoptimalkan penerimaan dari sumber-sumber bagi hasil pajak propinsi dan pajak pusat yang ada di daerah.  Dan juga meningkatkan kerja sama dalam rangka optimalisasi peran dunia usaha, terutama perbankan, dalam menyediakan sarana dan prasarana pemungutan PAD.
Bupati Sikka mengatakan pemerintah daerah memiliki aset yang dapat lebih dioptimalkan pemanfaatannya untuk pelayanan kepada masyarakat maupun peningkatan pendapatan. Optimalisasi aset daerah dapat dicapai dengan perbaikan pengelolaan aset, peningkatan kerja sama dengan pihak lain atau swasta dalam bentuk Build Operating Transfer (BOT) maupun kontrak konsensi, dan pembentukan badan usaha baru yang khusus untuk pengoptimalan aset daerah.*** (eny)
Baca Juga :  Penempatan Pos Pendamping Nasional di Maumere, Percepat Distribusi Logistik untuk Wilayah Terdampak Gempa

Berita Terkait

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB
Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan
PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores
237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah
Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak
Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir
Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT
BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WITA

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:31 WITA

Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:01 WITA

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:35 WITA

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:21 WITA

Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere

Berita Terbaru

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad melantik Melchias Markus Mekeng menjadi Ketua Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8) (foto: tempo)

Nasional

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:35 WITA

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago

Bencana Alam

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:04 WITA

Petugas kesehatan dari TNI memeriksa kesehatan penyintas gempa bumi yang hendak pulang ke rumah, Senin (24/8)

Bencana Alam

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:26 WITA