Maumere-SuaraSikka.com: Ratusan penumpang KMP Windu Karsa Dwitya terlantar di Pelabuhan Feri Kewapante. Pasalnya kapal tersebut tidak bisa berangkat karena cuaca ekstrim.
Sesuai jadwal, mestinya kapal feri ini berangkat pada Jumat (3/1) menuju Pelabuhan Perak Surabaya. Namun karena cuaca ekstrim manajemen KMP Windu Karsa Dwitya menundanya tanpa batas waktu.
Kepala Perwakilan PT Windu Karsa Mrrlin Sidabalok didampingi Kepala Dishub Sikka Sirilus Wihelmus
Kepala Cabang PT Windu Karsa Maumere Merlin Sidabalok yang ditemui di Pelabuhan Feri Kewapante, Sabtu (4/1), menegaskan penundaan pelayaran berdasarkan informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisik (BMKG).
“Kami melaksanakan imbauan dari BMKG. Ini faktor alam, jadi kami tidak bisa bikin apa-apa. Semuanya demi keselamatan. Tunggu saja sampai cuaca kembali normal,” jelas Merlin Sidabalok.
KMP Windu Karsa Dwitya sedianya mengangkut 159 penumpang. Termasuk juga 18 kendaraan besar, 4 kendaraan sedang, 4 kendaraan kecil, dan 2 sepeda motor.
Pantauan media ini, ratusan penumpang tampak menunggu di Kantor Pelabuhan Feri. Mereka memadati ruang lobi, ruang tengah, ruang Kantor PT Windu Karsa Dwitya. Para penumpang dikabarkan dari tadi malam tidur di kantor itu.
Sementara itu puluhan kendaraan bermotor parkir saja di halaman Kantor Pelabuhan Feri Kewapante. Kendaraan-kendaraan bermotor yang berukuran besar mengangkut barang-barang hasil bumi dari Kabupaten Sikka dan kabupaten sekitarnya.
KMP Windu Karsa Dwitya sendiri tidak bersandar di dermaga pelabuhan. Nakhoda menambatkan kapal kurang lebih 1 mil dari dermaga. Kapal dalam kondisi laik jalan.
Sampurna, seorang perempuan yang tinggal di Kelurahan Roworeke Kecamatan Ende Selatan Kabupaten Ende mengaku tidur di Kantor Pelabuhan Feri Kewapante pada Jumat (3/1) malam. Perempuan asal Surabaya ini hendak pulang kampung dengan mengggunakan KMP Windu Karsa Dwitya.*** (eny)