Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 14 santri asal Desa Parumaan Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka tengah melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing. Pemerintah desa setempat mendukung dengan menyakurkan bantuan sembako.
Kepala Desa Parumaan Muhdir menjelaskan 14 santri itu rata-rata berusia 16-17 tahun. Selama ini mereka ditempah di Pondok Pesantren
Sirojul Mukhlasin II di Desa Krincing Kecamatan Secang Kabupaten Magelang Jawa Tengah.
Dia mengatakan para santri ini tiba di Parumaan pada Rabu (8/4) lalu. Mereka menggunakan pesawat melalui Bali. Di Bandara Frans Seda, para santri sempat diperiksa kesehatan, ditanya riwayat kesehatan dan perjalanan selama 14 hari sebelumnya. Para santri mengantongi kartu kewaspadaan kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Muhdir menambahkan untuk mendukung imbauan pemerintah terkait pencegahan penularan virus corona, para santri melaksanakan karantina mandiri. Selama karantina mandiri, pemerintah desa bersama petugas kesehatan ikut memantau perkembangan mereka.
“Kami terus melakukan pemantauan. Setiap hari, Masjidil, petugas dari Puskesmas Teluk Atas, mengukur suhu tubuh dengan thermogun,” jelas Muhdir.
Pemerintah desa tidak berdiam diri dengan pemantauan perkembangan karantina mandiri saja. Mereka juga ikut membantu memberikan kontribusi sembako kepada keluarga pesantren.
Setiap santri mendapatkan bantuan masing-masing 7 kilogram beras, 1 dos indomie, 1 papan telur ayam, 1 liter minyak goreng, 1 kilogram kopi, dan 1 kilogram gula.
Bantuan ini merupakan swadaya dari kepala desa bersama sekretaris dan aparatur desa yang mengumpulkan uang masing-masing Rp 1 juta, serta tiga kepala dusun masing-masing Rp 500.000.
“Uang terkumpul Rp 11,5 juta, kami belikan sembako untuk membantu keluarga para santri. Itu bentuk dukungan kami supaya mereka melaksanakan karantina mandiri dengan penuh tanggung jawab,” jelas Muhdir.
Bantuan sembako sudah disalurkan Selasa (14/4) pagi ke masing-masing rumah, yakni 13 santri di Dusun Parumaan A, dan 1 santri di Dusun Parumaan C. Meskipun tidak ada warga yang menjalankan karantina mandiri, Kepala Dusun Parumaan B ikut memberikan kontribusi.
Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin II terletak di Gununglawak Desa Krincing, yang berjarak sekitar 3 kilometer dari pusat kecamatan Secang, atau 26 kilometer ke arah utara dari pusat pemerintahan Magelang.
Desa Krincing sangat strategis karena dilintasi Jalan Nasional Rute 14 serta pertemuan jalur alternatif Secang-Kota Salatiga.*** (eny)















