



Maumere-SuaraSikka.com: DPRD Sikka melayangkan 123 rekomendasi kepada Pemkab Sikka terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Sikka Akhir Tahun 2025. Rekomendasi tersebut dibacakan pada saat Paripurna Penetapan Keputusan DPRD Sikka tentang Rekomendasi terhadap LKPJ 2025 dan Penyerahan Keputusan DPRD Sikka tentang Rekomendasi terhadap LKPJ 2025, Jumat (27/3).
Khusus untuk Dinas Kesehatan, DPRD Sikka memberikan 7 rekomendasi. Dari 7 butir rekomendasi tersebut, salah satunya terkait Pembangunan Puskesmas Tuanggeo di Kecamatan Palue. DPRD Sikka merekomendasikan audit terhadap proyek mangkrak itu. Tidak ada rekomendasi pekerjaan lanjutan bagi pembangunan megaproyek tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“DPRD mendorong BPK RI Perwakilan NTT untuk melakukan audit mendalam secara menyeluruh baik secara administrasi maupun forensik terhadap proyek Puskesmas Tuanggeo dan Puskesmas Hewokloang yang mengalami gagal salur DAK Fisik Bidang Kesehatan,” demikian rekomendasi yang dibacakan Sekretaris DPRD Sikka Paul Prasetya.
Dengan tidak adanya rekomendasi pekerjaan lanjutan, hampir pasti proyek ini seterusnya bakal mangkrak karena tidak memiliki azas manfaat. Fakta ini membuka ruang kepada Kejaksaan Negeri Maumere untuk segera melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) guna penyelidikan proses secara hukum.

Evaluasi Kinerja Dinkes
Terkait gagal salur dan mangkraknya proyek pembangunan Puskesmas Tuanggeo, Fraksi Partai Gerindra menyebut Dinas Kesehatan Sikka setiap tahun selalu menyerap Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun kondisinya menyedihkan karena pelaksanaannya masih tetap pada orang yang sama.
“Menyedihkan, sehingga perlu perhatian serius untuk mengevaluasi hasil kinerja Dinas Kesehatan,” seru Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Sufriyance Merison Botu.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












