Habis Buka Puasa, 18 Santri dari Parumaan Pindah ke Budpar

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 10 Mei 2020 - 20:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 10 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses evakuasi 18 santri ke lokasi karantina di Kantor Dinas Budpar Sikka, Minggu (10/5) malam

Proses evakuasi 18 santri ke lokasi karantina di Kantor Dinas Budpar Sikka, Minggu (10/5) malam

Maumere-SuaraSikka.com: Satgas Covid Sikka, Minggu (10/5), memindahkan 18 santri dari Gedung SCC ke Lantai 2 Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka.

Evakuasi dilaksanakan setelah selesai buka puasa, sekitar pukul 17.15 Wita.

Proses evakuasi dipimpin langsung Sekretaris 1 Satgas Covid Sikka Mohamad Daeng Bakir, yang juga adalah Kepala BPBD Sikka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelum dievakuasi, Mohamad Daeng Bakir memberikan arahan kepada para santri. Arahan terutama kepada penegakan protokoler kesehatan.

Para santri dari Desa Parumaan Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka ini, membawa semua barang bawaan, termasuk perlengkapan tidur dan mandi yang disiapkan BPBD Sikka.

Baca Juga :  Setelah Viral Permintaan Tebusan Rp 50 Juta, Polres Sikka Kebakaran Jenggot, Langsung Rilis Pengungkapan Kasus Penyalahgunaan BBM

Jarak antara Gedung SCC dan Kantor Dinas Budpar kurang lebih 200 meter. Para santri berjalan kaki saja ke lokasi karantina yang baru di Lantai 2 Kantor Dinas Budpar.

Para santri ini berasal dari 3 pondok pesantren yakni 4 dari Kerincing, 4 dari Magetan, dan 10 dari Gresik. Mereka semua merupakan pelaku perjalanan yang baru terdeteksi setelah Satgas Covid Sikka melakukan penelusuran.

Menurut kabar, 18 santri ini baru akan menjalani rapid test pada Senin (11/5). Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus sudah memastikan jadwal rapid test besok.

Baca Juga :  Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Dengan bertambahnya 18 orang di Kantor Dinas Budpar, maka semua warga yang dikarantina di tempat ini sebanyak 64 orang.

Sebelumnya sebanyak 46 eks penumpang KM Lambelu menempati lantai bawah. Mereka ini telah terindikasi reaktif Covid 19 berdsasarkan rapid test.

Pada Kamis (8/5) telah dilakukan swab terhadap 46 orang ini. Sebanyak 71 sampel swab dari Kabupaten Sikka, termasuk 46 orang ini, sudah dikirim ke Kupang pada Sabtu (9/5). Hingga sekarang hasilnya belum diketahui.*** (eny)

Berita Terkait

Setelah Viral Permintaan Tebusan Rp 50 Juta, Polres Sikka Kebakaran Jenggot, Langsung Rilis Pengungkapan Kasus Penyalahgunaan BBM
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara
Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:02 WITA

Setelah Viral Permintaan Tebusan Rp 50 Juta, Polres Sikka Kebakaran Jenggot, Langsung Rilis Pengungkapan Kasus Penyalahgunaan BBM

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31 WITA

Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Berita Terbaru