Suka Adu Domba Wartawan, AWAS Desak Bupati Sikka Copot Kabag PKP

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 14 September 2020 - 20:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 16 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris AWAS sedang menyampaikan tuntutan pencopotan Veri Awales Syukur sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sikka, Senin (14/9)

Sekretaris AWAS sedang menyampaikan tuntutan pencopotan Veri Awales Syukur sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sikka, Senin (14/9)

Maumere-SuaraSikka.com: Sejumlah wartawan yang tergabung di dalam Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) mendesak Bupati Sikka mencopot Veri Awales Syukur dari jabatan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (PKP) Setda Sikka.

Sikap AWAS ini disampaikan langsung kepada Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, Senin (14/9), di ruang kerja Bupati Sikka.

AWAS menilai Veri Awales dengan tahu dan mau telah melakukan upaya adu domba terhadap wartawan. Upaya ini dilakukan secara sistematis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cara yang dilakukan Veri Awales yakni memberikan klarifikasi atas sejumlah berita, namun klarifikasi tersebut melalui media-media yang tidak pernah menulis substansi yang akan diklarifiksi.

Model yang dilakukan ini sudah berulang-ulang kali, dengan memanfaatkan sejumlah media massa yang adalah jaringannya.

Dan biasanya media yang melakukan klarifilasi adalah media-media yang tidak ada wartawannya bertugas di Kabupaten Sikka.

Baca Juga :  Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

AWAS berpendapat bahwa klarifikasi merupakan bagian dari kode etik jurnalistik yang dibenarkan secara regulasi bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan atas sebuah pemberitaan. Dalam kode etik jurnalistik, klarifikasi harus dilakukan melalui media yang menulis terkait berita yang akan diklarifikasi.

Gaya klarifikasi Veri Awales yang bertentangan dengan kode etik jurnalistik dipandang sebagai upaya mengadudomba perusahaan media dan para pekerja media.

“Kami kecewa sekali, Veri Awales yang katanya mantan wartawan, justeru tidak mengerti kode etik jurnalistik, dan menjadi orang yang tampil untuk memecah-belah media,” ujar Ketua AWAS Ruben Riantobi saat rapat AWAS pada Sabtu (12/9).

Kekecewaan AWAS memuncak pada saat Veri Awales menglarifikasi pemberitaan sejumlah media terkait kasus makan ubi hutan di Desa Done Kecamatan Magepanda.

Dengan pola yang sama, Veri Awales melakukakan klarifikasi pada media yang sama sekali tidak pernah menulis tentang kasus ini. Rata-rata media yang memuat berita klarifikasi adalah terbitan Kupang.

Baca Juga :  Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Ketika diklarifikasi wartawan Jumat (11/9) melalui WAG Info Humas yang mana Veri Awales bertindak selaku admin, dia justeru membalas dengan stiker-stiker yang sifatnya mengolok-olok. AWAS menilai perilaku ini sebagai bentuk pelecehan terhadap kerja jurnalistik.

Tuntutan para wartawan yang tergabung dalam AWAS, didengar juga sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah yang pagi itu hendak mengikuti rapat koordinasi bersama Bupati dan Wakil Bupati Sikka.

Sementara Veri Awales sendiri tidak hadir pada saat itu. Dia baru masuk kantor setelah wartawan meninggalkan ruangan kerja Bupati Sikka.

Bupati Sikka menyampaikan terima kasih atas informasi yang disampaikan AWAS dan berjanji akan menindaklanjuti. Pada momen tersebut, Bupati Sikka juga sempat mencurahkan isi hatinya terkait pemberitaan media yang terus-menerus mengritik pemerintahannya.*** (eny)

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami
Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur
Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah
Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik
Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WITA

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya

Jumat, 4 September 2026 - 08:03 WITA

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Jumat, 4 September 2026 - 06:53 WITA

Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur

Kamis, 3 September 2026 - 19:58 WITA

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Berita Terbaru

Suasana Rapat Badan Anggaran DPRD Sikka, Kamis (3/9)

Daerah

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Kamis, 3 Sep 2026 - 19:58 WITA