Maumere-SuaraSikka.com: Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maumere akhirnya menguburkan bangkai ikan paus jenis pilot di Urung Pigang Kelurahan Wailiti Kecamatan Alok Barat Kabupaten Sikka, Sabtu (3/10).
Penguburan dilakukan pada tanah milik Piterson Kabupung, seorang warga yang tinggal di Kelurahan Beru Kecamatan Alok Timur. Pemilik tanah hadir pada saat proses penguburan.
Lubang tempat penguburan bangkai paus sedalam kurang lebih 2 meter, digali dengan menggunakan alat berat berupa eksavator.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Bangkai paus ini dievakuasi dari halaman Kantor BKSDA Maumere di Kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok. Sebelumnya, Jumat (2/10) malam, paus dengan panjang 4,30 meter itu dievakuasi dari Kampung Wuring Leko Kelurahan Wolomarang Kecamatan Alok Barat.

Evakuasi bangkai paus dengan berat sekitar 1,5 ton ini dibantu oleh sebuah mobil crane milik Alexander Gin, seorang pengusaha di Maumere. Bahkan pemilik crane ini langsung bertindak sebagai operator.

Sebelum dikuburkan, dokter hewan dibantu petugas kesehatan hewan terlebih dahulu membedah tubuh paus. Mereka ingin memastikan penyebab matinya paus pilot sirip pendek tersebut.
Evakuasi bangkai paus dari Kantor BKSDA ke Urung Pigang menyita perhatian warga masyarakat pelintas jalan. Apalagi ikan tersebut sudah memunculkan aroma tidak sedap. Pantauan media ini di lokasi penguburan, warga Urung Pigang ramai-ramai mendatangi lokasi penguburan.
Paus pilot ini ditemukan sudah tidak bernyawa oleh seorang nelayan bernama Aco, 40 tahun, di perairan Nangahure, Jumat (2/10) sekitar pukul 14.00 Wita. Kemudian dengan sangat susah dia menggiring paus hingga ke Kampung Wuring Leko.

Dari hasil dentifikasi BKSDA Maumere, diketahui paus tersebut berjenis pilot sirip pendek. Ikan berwarna hitam ini denfan ukuran panjang 4,3 meter dan lebar 1,1 meter. Sirip atas seoanjang 81 centimeter, sirip samping 76 centimeter, dan sirip ekor 1,4 meter.
Data yang dihimpun media ini, pausnpilot sirip pendek atau globicephala macrorhynchus merupakan anggota cetacea dari genus globichephala. Paus jenis ini dapat ditemukan di perairan beriklim hangat dan perairan tropis di berbagai penjuru dunia. Umumnya, mereka hidup jauh dari pantai.*** (eny)















