Rabies Serang 9 Kecamatan di Kabupaten Sikka, 31 Spesimen Positip

0
813
Rabies Serang 9 Kecamatan di Kabupaten Sikka, 31 Spesimen Positip
Petugas kesehatan sedang mrelakukan vaksinasi terhadap anjing;

Maumere-SuaraSikka.com: Masyarakat Kabupaten Sikka diimbau untuk mengantisipasi penyakit rabies. Data menunjukan bahwa rabies telah menyerang masyarakat pada 21 desa di 9 kecamatan. Dan sampai Kamis (6/9) hari ini, teridentifikasi sudah 31 spesimen otak anjing yang dinyatakan positip rabies.

Data yang diperoleh dari Dinas Pertanian, menyebutkan 9 kecamatan itu yakni Alok, Alok Timur, Kangae, Kewapante, Hewokloang, Waigete, Nita, Doreng, dan Koting. Sementara spesimen yang positip rabies, tertinggi berasal dari Kecamatan Kangae yakni sebanyak 8 spesimen, terdiri atas 3 dari Habi, masing-masing 2 dari Langir dan Teka Iku, dan 1 dari Watumilok.


Berita Terkait:


Jumlah spesimen positip sebanyak 31 merupakan peningkatan yang terjadi pasca meninggalnya bocah perempuan berinisial EG pada Minggu (2/9) lalu. Sebelumnya Penjabat Bupati Sikka Mekeng P. Florianus melalui surat resminya kepada para camat dan lurah, Jumat (31/8) menyebutkan 29 spesimen positip. Dia menegaskan ini kembali ketika memberi keterangan kepada media pada Senin (3/9).

Namun setelah tiga hari berselang, bertambah lagi 2 spesimen positip rabies, di mana satu berasal dari Kecamatan Nita satunya lagi dari Kecamatan Alok Timur. Hal ini diketahui ketika Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Hengki Sali memberikan laporan saat pertemuan koordinasi di Aula Kantor Dinas Pertanian, Kamis (6/9).

Pertemuan koordinasi tersebut dihadiri Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian drh. Fadjar Sumping Tjatur Rassa, Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar dr. Masa Temaya, Kepala Sub Direktorat Zoonosis Kementerian Kesehatan drh. Endang Buni, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Propinsi NTT Yos Dandut, dan sejumlah pelaku penanganan rabies di Kabupaten Sikka.

Meski menyerang pada 9 kecamatan, tetapi kasus gigitan anjing dilaporkan telah terjadi pada hampir semua daerah di kabupaten ini. Sampai dengan akhir Agustus disebutkan terjadi 720 gigitan anjing. Namun dari laporan Kadis Pertanian Hengki Sali pada pertemuan koordinasi, diketahui jumlah gigitan anjing telah menjadi sebanyak 732 kasus.

“Pada tahun 2018 ini sudah terjadi 732 kasus gigitan anjing. Dari jumlah kasus tersebut kami mengirim 66 spesimen otak anjing, dan ada 31 yang dinyatakan positip rabies,” demikian Hengki Sali memberikan laporan pada saat pertemuan koordinasi.

Data yang himpun media ini, selama 20 tahun sejak tahun 1998, sudah sebanyak 363 spesimen otak anjing yang dikirim untuk mengetahui statusnya. Dari jumlah spesimen tersebut, sebanyak 253 spesimen yang dinyatakan positip rabies atau setara 69,70 persen.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini