Anjing Terduga Rabies Terdeteksi Berada di Kelurahan Beru

0
1076
Anjing Terduga Rabies Terdeteksi Berada di Kelurahan Beru
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Hengki Sali
Maumere-SuaraSikka.com: Dinas Pertanian Kabupaten Sikka berhasil mengidentifikasi keberadaan seekor anjing yang diduga rabies. Anjing tersebut terdeteksi berada di wilayah Kelurahan Beru Kecamatan Alok Timur, dipelihara oleh seseorang warga.
Kepala Dinas Pertanian Hengki Sali, Kamis (6/9) di Aula Kantor Dinas Pertanian menjelaskan anjing tersebut sudah divaksinasi dan langsung dikurung agar tidak berkeliaran di tengah masyarakat. Dia berharap mudah-mudahan anjing yang diduga rabies ini tidak tertular rabies.
Anjing ini diduga rabies menyusul terjadi peristiwa meninggalnya bocah perempuan berinisial EG di Desa Baomekot Kecamatan Hewokloang pada Minggu (2/9) lalu. Bocah berusia 5 tahun 5 bulan ini digigit oleh seekor anjing lain yang merupakan satu turunan dari induk yang sama. Induk anjing itu sendiri sudah dibunuh.
Menurut informasi yang disampaikan Penjabat Bupati Sikka Mekeng P. Florianus, induk anjing tersebut memiliki turunan sebanyak 3 ekor anjing. Satunya menggigit EG hingga meninggal. Anjing ini akhirnya dibunuh. Lalu 1 ekor lain dibawa keluarga ke wilayah Kecamatan Talibura. Karena berperilaku suka menggigit manusia, akhirnya anjing ini pun dibunuh.
Sedangkan 1 ekor lagi, dibawa keluarga ke Kota Maumere. Anjing yang diduga rabies inilah yang akhirnya teridentifikasi berada di Iligetang Kelurahan Beru.
“Petugas kami sudah amankan. Ternyata anjingnya sudah besar. Jadi petugas sudah vaksinasi, dan anjing itu langsung dikurung,” jelas Hengki Sali dalam pertemuan koordinasi terkait rabies di Aula Kantor Dinas Pertanian, Kamis (6/9) siang.
Pertemuan koordinasi ini dihadiri Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian drh. Fadjar Sumping Tjatur Rassa, Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar dr. Masa Temaya, Kepala Sub Direktorat Zoonosis Kementerian Kesehatan drh. Endang Buni, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Provinsi NTT Yos Dandut, dan sejumlah pelaku penanganan rabies di Kabupaten Sikka.

BERITA TERKAIT:

Hengki Sali menegaskan bahwa upaya pemberantasan penyakit rabies harus dilakukan secara bersama-sama. Untuk itu dia mengimbau kepada para pemilik anjing di Kabupaten Sikka agar dengan kesadaran meminta petugas kesehatan hewan dan petugas vaksinasi untuk melakukan vaksinasi terhadap anjing.
Pada tahun 2018 ini, populasi anjing di Kabupaten Sikka diperkirakan lebih dari 60.000 ekor. Dinas Pertanian telah melakukan vaksinasi kepada 12.922 ekor. Masih lebih dari 48.000 anjing yang belum diberi vaksinasi.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini