Bahaya! Salah Satu Anjing Diduga Rabies, Ada di Kota Maumere

0
708
Bahaya! Salah Satu Anjing Diduga Rabies, Ada di Kota Maumere
Foto: Penjabat Bupati Sikka Mekeng P. Florianus memberikan keterangan kepada wartawan terkait penanganan penyakit rabies;
Maumere-SuaraSikka.com: Masyarakat Kota Maumere diminta untuk berhati-hati menghadapi anjing penyebar virus rabies. Apalagi kini diketahui satu ekor anjing yang diduga rabies sedang berada di Kota Maumere. Kini petugas sedang mencari tahu di mana posisi anjing tersebut.
Informasi ini disampaikan Penjabat Bupati Sikka Mekeng P. Florianus, Senin (3/9), pada rapat paripurna DPRD Sikka dengan agenda Keterangan Pemerintah terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi atas Nota Rancangan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Kabupaten Sikka Tahun Anggaran 2019.
Flori Mekeng mengaku sempat melayat EG, bocah perempuan yang menjadi korban meninggal akibat penyakit rabies. Dia mendatangi rumah korban di Desa Baomekot Kecamatan Hewokloang, Minggu (2/9) malam, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Maria Bernadina Sada Nenu, Direktur BLUD TC Hillers Maumere Clara Francis, dan sejumlah staf Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan.
“Saya dapat informasi, ada satu ekor induk anjing yang punya tiga anak. Salah satunya yang menggigit EG beberapa bulan lalu. Dan satu anak anjing kini ada di Kota Maumere. Induk anjing sudah dibunuh. Lalu anjing yang menggigit korban juga sudah dibunuh. Nah sekarang sedang dilacak keberadaan 1 ekor yang ada di Maumere,” cerita dia.
Flori Mekeng mengatakan keberadaan anjing yang diduga rabies ini tentu akan sangat menguatirkan. Karena itu dia mengimbau kepada pemilik anjing yang diduga rabies, untuk segera menginformasikan keberadaan anjing tersebut. Dengan demikian bisa segera diambil langkah-langkah penanganan.
Populasi anjing di Kabupaten Sikka sebanyak lebih dari 60.000 ekor. Pemerintah setempat melalui Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan telah melakukan vaksinasi terhadap lebih dari 12.000 ekor. Itu artinya masih ada lebih dari 48.000 ekor anjing yang belum divaksinasi.
Terhadap serangan penyakit rabies, Flori Mekeng mengaku sudah mengeluarkan surat kepada para camat dan kepala desa di Kabupaten Sikka. Dia telah meminta camat dan kepala desa segera aktif mengambil langkah-langkah. Ada empat langkah yang harus segera ditindaklanjuti para camat dan kepala desa.

BERITA TERKAIT:

Rabies Renggut Nyawa Bocah 5 Tahun

Pemilik Anjing Diingatkan Untuk Segera Lakukan Vaksinasi

Rabies Mengancam, Sudah Terjadi 720 Gigitan Anjing

Awas! Virus Rabies Kepung Sikka


Pertama, wajib menggerakkan masyarakat pemilik anjing untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan vaksinasi rabies. Kedua menyampaikan kepada masyarakat untuk membatasi pergerakan anjing dengan cara mengikat atau mengurung anjing sehingga tidak berkeliaran untuk mengurangi risiko penularan rabies dalam populasi anjing dan mencegah penularan pada manusia.
Ketiga, memantau secara rutin perkembangan kasus gigitan di wilayah masing-masing dan apabila terdapat korban gigitan hewan penular rabies segera ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dan selanjutnya melaporkan ke Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan atau melalui Rabies SMS Center Nomor 085238990551.
Keempat, menyampaikan kepada masyarakat untuk segera mencuci luka gigitan dengan sabun pada air mengalir selama 15 menit sebagai pertolongan pertama pencegahan rabies dan segera membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini