Maumere-SuaraSikka.com: Kegiatan imunisasi campak dan rubella di Kabupaten Sikka sudah memasuki batas akhir. Pelaksanaan kegiatan selama dua bulan ini belum mencapai target 100 persen. Data menunjukkan masih terdapat 4.357 anak belum mendapat imunisasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Maria Bernadina Sada Nenu, Kamis (27/9), menjelaskan pelaksanaan program ini sudah mencapai 94,3 persen, atau telah menyasar kepada 87.301 anak di Kabupaten Sikka. Pihaknya masih terus berupaya hingga akhir September ini bisa mencapai 100 persen.
“Data terakhir sudah 94,3 persen. Target kami 100 persen. Lagi beberapa hari ini kami akan upayakan mencapai target,” jelas Maria Bernadina Sada Nenu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berita Terkait:
- Dinkes Sikka Sasar Imunisasi Campak dan Rubella pada 91.658 Anak
- Lawan Campak dan Rubella, Flori Target 2 Bulan Imunisasi 100 Persen
- Sembilan Anak di Sikka Terserang Rubella
Saat pencanangan kampanye imunisasi campak dan rubella di Aula Santa Theresia Avila Maumere pada Kamis (2/8), Penjabat Bupati Sikka Mekeng P. Florianus memberikan target 100 persen imunisasi selama Agustus dan September. Saat itu pemerintah menyebut akan menyasar imunisasi pada 91.658 anak di Kabupaten Sikka.
Anak-anak yang menjadi sasaran imunisasi tersebar di 644 posyandu, 130 PAUD, 86 TKK, 348 SD, 92 SMP, 29 SMA, serta drop out sekolah. Dari jumlah sasaran, yang terbanyak adalah kelompok anak sekolah dasar berjumlah 43.131 orang, selanjutnya posyandu 25.709, dan disusul kelompok umur lainnya.
Maria Bernadina Sada Nenu menambahkan hasil imunisasi campak dan rubella di Kabupaten Sikka terbilang cukup baik. Meski baru 94,3 persen dan belum mencapai target, hasil tersebut menggambarkan kerja keras petugas kesehatan serta tingkat kesadaran yang tinggi dari orang tua dan anak-anak untuk mendapatkan imunisasi.
Dari data yang disampaikan, per 26 September 2018, Kabupaten TTU sudah mencapai 100,91 persen. Disusul Kabupaten TTS mencapai 96,49 persen. Berikutnya Kabupaten Sikka berada di posisi ketiga. Setelah Kabupaten sikka, terdapat beberapa kabupaten lain berkisar antara 90-83 persen seperti Belu, Sumba Tengah, Ngada, Sumba Timur dan Manggarai Timur. Secara umum, untuk NTT pelaksanaan iunisasi campak dan rubella baru mencapai 87,66 persen.
Penyakit campak dan rubella merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus campak dan rubella. Penyakit ini sangat mudah menular dan berbahaya terhadap perkembangan kesehatan anak-anak.
Campak dapat menyebabkan demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit, batuk pilek, mata merah hingga kompliksi berat, dapat meyebabkan radang paru-paru, radang otak sampai menimbulkan kematian. Sementara rubella sangat berbahaya pada ibu hamil karena dapat mengakibatkan keguguran dan bayi yang dilahirkan mengalami kelainan konginetal atau cacat bawaan seperti retardasi mental, kelainan jantung bawaan, ketulian dan kebutaan.
Kabupaten Sikka sering mengalami kejadian luar biasa (KLB) penyakit campak. Terakhir pada tahun 2015 terjadi KLB di Kecamatan Palue, dengan jumlah kasus 5 orang. Sementara rubella diidentikasi terjadi di tahun 2018 ini, di mana ditemukan 5 anak di desa Nenbura Kecamatan Doreng dan 4 anak di Korobhera Kecamatan Mego.
Kondisi ini menunjukkan bahwa virus rubella sudah ada di Kabupaten Sikka dan berpotensi menularkan kepada anak-anak dan ibu hamil. Dengan demikian kegiatan pemberian imunisasi campak dan rubella menjadi sangat penting untuk memutuskan rantai penularan campak dan rubella.*** (eny)















