4.357 Anak Belum Dapat Imunisasi Campak dan Rubella

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 28 September 2018 - 11:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 19 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Maria Bernadina Sada Nenu

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Maria Bernadina Sada Nenu

Maumere-SuaraSikka.com: Kegiatan imunisasi campak dan rubella di Kabupaten Sikka sudah memasuki batas akhir. Pelaksanaan kegiatan selama dua bulan ini belum mencapai target 100 persen. Data menunjukkan masih terdapat 4.357 anak belum mendapat imunisasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Maria Bernadina Sada Nenu, Kamis (27/9), menjelaskan pelaksanaan program ini sudah mencapai 94,3 persen, atau telah menyasar kepada 87.301 anak di Kabupaten Sikka. Pihaknya masih terus berupaya hingga akhir September ini bisa mencapai 100 persen.

“Data terakhir sudah 94,3 persen. Target kami 100 persen. Lagi beberapa hari ini kami akan upayakan mencapai target,” jelas Maria Bernadina Sada Nenu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


Berita Terkait:


Saat pencanangan kampanye imunisasi campak dan rubella di Aula Santa Theresia Avila Maumere pada Kamis (2/8), Penjabat Bupati Sikka Mekeng P. Florianus memberikan target 100 persen imunisasi selama Agustus dan September. Saat itu pemerintah menyebut akan menyasar imunisasi pada 91.658 anak di Kabupaten Sikka.

Baca Juga :  Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Anak-anak yang menjadi sasaran imunisasi tersebar di 644 posyandu, 130 PAUD, 86 TKK, 348 SD, 92 SMP, 29 SMA, serta drop out sekolah. Dari jumlah sasaran, yang terbanyak adalah kelompok anak sekolah dasar berjumlah 43.131 orang, selanjutnya posyandu 25.709, dan disusul kelompok umur lainnya.

Maria Bernadina Sada Nenu menambahkan hasil imunisasi campak dan rubella di Kabupaten Sikka terbilang cukup baik. Meski baru 94,3 persen dan belum mencapai target, hasil tersebut menggambarkan kerja keras petugas kesehatan serta tingkat kesadaran yang tinggi dari orang tua dan anak-anak untuk mendapatkan imunisasi.

Dari data yang disampaikan, per 26 September 2018, Kabupaten TTU sudah mencapai 100,91 persen. Disusul Kabupaten TTS mencapai 96,49 persen. Berikutnya Kabupaten Sikka berada di posisi ketiga. Setelah Kabupaten sikka, terdapat beberapa kabupaten lain berkisar antara 90-83 persen seperti Belu, Sumba Tengah, Ngada, Sumba Timur dan Manggarai Timur. Secara umum, untuk NTT pelaksanaan iunisasi campak dan rubella baru mencapai 87,66 persen.

Penyakit campak dan rubella merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus campak dan rubella. Penyakit ini sangat mudah menular dan berbahaya terhadap perkembangan kesehatan anak-anak.

Baca Juga :  Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Campak dapat menyebabkan demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit, batuk pilek, mata merah hingga kompliksi berat, dapat meyebabkan radang paru-paru, radang otak sampai menimbulkan kematian. Sementara rubella sangat berbahaya pada ibu hamil karena dapat mengakibatkan keguguran dan  bayi yang dilahirkan mengalami kelainan konginetal atau cacat bawaan seperti retardasi mental, kelainan jantung bawaan, ketulian dan kebutaan.

Kabupaten Sikka sering mengalami kejadian luar biasa (KLB) penyakit  campak. Terakhir pada tahun 2015 terjadi KLB di Kecamatan Palue, dengan jumlah kasus 5 orang. Sementara rubella diidentikasi terjadi di tahun 2018 ini, di mana ditemukan 5 anak di desa Nenbura Kecamatan Doreng dan 4 anak di Korobhera Kecamatan Mego.

Kondisi ini menunjukkan bahwa virus rubella sudah ada di Kabupaten Sikka dan berpotensi menularkan kepada anak-anak dan ibu hamil. Dengan demikian kegiatan pemberian imunisasi campak dan rubella menjadi sangat penting untuk memutuskan rantai penularan campak dan rubella.*** (eny)

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru