Pasar Terbatas, Sebuah Kebijakan Yang Kebablasan

3
208
Ide Cerdas GMNI, Jadikan Sikka Kabupaten Bebas KKN
Ketua GMNI Sikka Emilianus Y. Naga
Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo alias Robby Idong memberlakukan kebijakan pasar terbatas di kompleks TPI (Tempat Pendaratan Ikan) Alok Kelurahan Kota Baru Kecamatan Alok Timur. Tak pelak, GMNI Sikka menilai kebijakan ini terkesan sebagai sebuah kebablasan cara berpikir.
Ketua GMNI Sikka Emilianus Y. Naga kepada media ini, Selasa (9/10), menyampaikan pihaknya memberikan apresiasi atas gebrakan-gebrakan yang sudah dilakukan Bupati Sikka di awal kepemimpinannya, termasuk menjadikan TPI Alok sebagai pasar terbatas. Namun GMNI Sikka menilai perubahan status TPI Alok itu terkesan kebablasan.
Emilianus Naga mengatakan sejak perubahan status TPI Alok yang dibuat Bupati Sikka, maka telah terjadi pergeseran fungsi pada TPI Alok. Hemat dia, TPI Alok merupakan tempat untuk mendaratkan ikan sebelum dijual ke masyarakat umum. Namun sekarang, TPI justeru menjadi pasar mini, di mana orang sebebasnya berjualan di TPI Alok dengan segala amcam jenis jualan.

Berita Terkait:


Pasca ditetapkan sebagai pasar terbatas, GMNI Sikka melakukan pemantauan selama 3 hari berturut-turut. Dan dari pantauan tersebut, GMNI Sikka menemukan dampak yang kurang bagus ketika TPI Alok ditetapkan sebagai pasar terbatas. Salah satu dampak buruk yakni semrawutnya arus lalulintas, akibat dari penjualan barang dagangan sudah sampai ke marka jalan.
“Kebijakan pasar pagi di TPI Alok itu adalah cara berpikir yang kebablasan. Karena itu kami mendesak agar Bupati Sikka mengembalikan fungsi TPI sebagaimana mestinya,” ujar Emilianus Y. Naga.
GMNI Sikka juga mendesak Bupati Sikka untuk melibatkan Pol PP guna menertibkan para pedagang pakaian bekas agar tidak berjualan lagi di sepabjang jalan menuju TPI Alok. Karena kondisi ini membuat lalulintas menjadi macet dan semrawut.
Selain itu GMNI Sikka meminta Bupati Sikka bersama dinas terkait untuk segera memperbaiki manajemen TPI Alok sehingga dapat menciptakan suasana yang tertib dan aman bagi semua pihak yang hendak melakukan aktifitas di TPI Alok.
Melihat kebijakan Bupati Sikka yang terkesan kebablasan ini, GMNI Sikka mengingatkan Bupati Sikka agar membuat kebijakan-kebijakan yang tidak mengorbankan pihak lain. GMNI Sikka akan terus setia melalukan pengawasan atas semua kebijakan publik yang dilakukan pemerintah.*** (eny)

3 KOMENTAR

  1. Suara Sikka, tolong follow up soal terputus jembatan di Dagemage, Kec. Magepanda yg sdh hampir 1 tahun lebih tidak ada respon dari Pemkab Sikka.
    Padahal jembatan itu yg menghubungkan daerah penyuplai beras dan komoditi pangan lainnya, serta jalur transportasi antar Kabupaten.

  2. Sementara musim penghujan hampir tiba.
    Daerah tersebut terancam terisolir selama musim penghujan nantinya…..

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini