Desa Mesti Jadi Garda Terdepan Pembangunan Ekonomi

2
340
Desa Mesti Jadi Garda Terdepan Pembangunan Ekonomi
Kepala Dinas PMD Propinsi NTT Mekeng P. Florianus
Maumere-SuaraSikka.com: Kepala PMD Propinsi NTT Mekeng P. Florianus mengingatkan pemanfaatan dana desa sebaik-baiknya sesuai tujuan. Dengan pemanfaatan sesuai tujuan, maka desa semestinya menjadi garda terdepan dalam pembangunan ekonomi secara nasional.
Hal ini disampaikan Flory Mekeng ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan Bursa Inovasi Desa (BID) Tingkat Kabupaten Sikka di Gedung Sikka Innovation Center (SCC) di Jalan Ahmad Yani Maumere.
Mantan Penjabat Bupati Sikka itu mengatakan kerangka pikiran program inovasi desa (PID) yakni optimalisasi pemanfaatan dana desa. Hal ini dilakukan agar dana desa dimanfaatkan sesuai tujuan yang telah dicanangkan
“Seperti yang kita ketahui tujuan dana desa yakni pengentasan kemiskinan dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat desa, menjembatani kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah, memperkuat bangunan ekonomi nasional Dan desa menjadi garda terdepan,” ujarnya di depan ratusan kepala desa dan badan perwakilan desa yang hadir pada kesempatan itu.

Berita Terkait:


Flory Mekeng berada di Maumere untuk mengikuti kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) yang berlangsung satu hari, Kamis (11/10), di halaman SCC. Menurut hemat dia, peserta yang ikut kegiatan BID adalah orang-orang yang berpikiran kreatif dan inovatif. Orang-orang kreatif memiliki kemampuan daya cipta, dan orang-orang yang berpikir kreatif cenderung beroikir inovatif.
Dia melihat kegiatan BID sebagai momentum  pertemuan para pelaku usaha. Forum BID sebagai wadah untuk bertukar informasi maupun gasan. Karena itu buat dia, alangkah sangat tidak etis jika ada desa yang tidak ikut BID. Bagi kepala desa yang tidak menghadiri BID, Flory Mekeng mengingatkan pendamping profesional untuk lebih serius menyikapi hal ini.
PID merupakan salah satu upaya Kemendesa PDTT dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan di desa melalui pemanfaatan dana desa secara lebih berkualitas. Strategi yang dilakukan yakni pengembangan kapasitas desa secara berkelanjutan khususnya dalam bidang pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan, pengembangan sumber daya manusia, pelayanan sosial dasar, serta infrastruktur desa.
Melalui PID diharapkan mampu memicu munculnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipatif dan merupakan salah satu bentuk dukungan kepada desa agar lebih efektif dalam menyusun penggunaan dana desa sebagai investasi dalam peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas PMD kabupaten Sikka Robert Ray menjelaskan PID merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan agenda Nawa Cita dalam RPJMN 2015-2019. Pelaksanaan PID dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas desa dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas sehingga dapat meningkatkan produktifitas rakyat dan kemandirian ekonomi serta mempersiapkan pembangunan sumber daya saing sesuai semangat UU Nomor Tahun 2014 tentang Desa.
BID merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam penyelenggaraan PID sebagai sebuah forum penyebaran dan pertukaran gagasan  atau ide inovatif masyarakat yang berkembang di desa-desa. BID yang diselenggarakan di tingkat Kabupaten Sikka, merupakan kegiatabn peluncuran untuk mendukung pelaksanaan inovasi desa di tingkat kecamatan sebagai wahana pertukaran pengetahuan dan inovasi desa.*** (eny)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini